Medianesia.id, Batam – Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan TNI Angkatan Laut (TNI AL) kembali menyelenggarakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) pada tahun 2025.
Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T), serta memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Tahun ini, ekspedisi akan menjangkau 90 pulau di 18 provinsi.
Pelepasan ekspedisi ke-11 ini ditandai dengan keberangkatan KRI Hasan Basri-382 dari Pelabuhan Batu Ampar, Batam.
Acara seremonial dipimpin oleh Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, M. Anwar Bashori, serta dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Perwakilan BI Provinsi Kepulauan Riau, Ronny Widijarto P., Asisten Administrasi Umum Setda Kepri, Misni, Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, dan jajaran Forkopimda Kepri.
Kepala Perwakilan BI Kepri, Ronny Widijarto menjelaskan alasan mengapa Batam dipilih sebagai lokasi pelepasan.
Karena menurutnya Batam memiliki nilai simbolik dan strategis. Provinsi Kepulauan Riau memiliki sejarah khusus terkait mata uang, yakni penggunaan Kepulauan Riau Rupiah (KRRp) pada 1963–1964.
“Posisinya yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menempatkan wilayah ini pada posisi penting dalam menjaga eksistensi Rupiah,” jelasnya.
Menurutnya, distribusi uang Rupiah di wilayah 3T menghadapi berbagai kendala, termasuk kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dengan infrastruktur terbatas.
“Di banyak daerah, pendistribusian uang layak edar belum optimal, terutama karena akses BI dan jaringan perbankan yang belum menjangkau seluruh pelosok,” katanya.
Sedangkan, di kawasan perbatasan, penggunaan mata uang asing masih ditemukan, yang dapat melemahkan kedaulatan Rupiah sebagai alat pembayaran sah.
Selain tantangan distribusi, masih ditemukan perilaku masyarakat yang merusak fisik uang seperti melipat, menstaples, atau membasahi uang kertas.
Karena itu, edukasi mengenai pentingnya merawat Rupiah menjadi bagian penting dari agenda ekspedisi ini.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat bersama TNI AL, BI berupaya memastikan distribusi uang berjalan efektif, sekaligus memperluas pemahaman masyarakat tentang peran Rupiah sebagai simbol negara.
TNI AL bertugas menjaga aspek pertahanan dan keamanan, sementara BI menjalankan fungsi ekonomi dan pengelolaan uang.
Sejak diluncurkan pada 2012, ERB telah menjangkau 655 pulau dengan 127 kegiatan kas keliling. Pada 2024 saja, ERB melaksanakan 18 kegiatan di 90 pulau dengan nilai penukaran uang mencapai Rp164,4 miliar.
Tahun ini, ERB akan berlangsung di Kepulauan Riau pada 22–28 Juli 2025 dengan membawa dana tunai sebesar Rp13 miliar dan menyasar lima pulau: Tarempah, Subi Besar, Tambelan Besar, Midai, dan Singkep.
Berikut Rangkaian Kegiatan ERB Kepri 2025:
23 Juli | Pulau Tarempah:
Edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBP) & penukaran uang di aula Camat Siantan.
24 Juli | Pulau Midai:
Edukasi CBP dan penukaran uang di aula Camat Midai.
25 Juli | Pulau Subi Besar:
Edukasi CBP dan penukaran uang di aula Camat Subi.
26 Juli | Pulau Tambelan:
Edukasi CBP dan penukaran uang di aula Camat Tambelan.
27 Juli | Pulau Dabo Singkep:
Edukasi CBP dan penukaran uang di aula Camat Singkep.(*/Rky)
Editor: Brp





