Upaya ini dilakukan untuk mendukung visi pemerintah agar Indonesia tetap menjadi “the bright spot” dalam perekonomian global.
Menko Airlangga menjelaskan bahwa kondisi perekonomian nasional saat ini tumbuh stabil dan positif, mendapatkan pengakuan dari Bank Dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 4,9% hingga 5% hingga tahun 2026.
“Indonesia menjadi model emerging country yang pertumbuhannya baik,” katanya.
Dalam tingkat regional, ASEAN dinilai sebagai satu-satunya regional yang telah menyusun ekonomi digital secara komprehensif. Menko Airlangga menyatakan bahwa ekonomi digital Indonesia mampu menguasai 40% dari ekonomi digital ASEAN.
“Penggunaan QRIS akan terus didorong ke banyak negara agar nilai ekonomi digital Indonesia dapat semakin meningkat,” katanya.
Dengan visi digital 2045 ini, pemerintah berharap ekonomi digital dapat memberikan kontribusi hingga 20% terhadap ekonomi nasional. Airlangga menekankan bahwa digitalisasi menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi ekonomi Indonesia.(*)
Editor: Brp





