Medianesia.id – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sebagian besar sekolah di Indonesia sudah mulai diberlakukan. Hal ini dipertimbangkan pemerintah karena terpantau sampai bulan Oktober ini, kasus pandemik Covid-19 telah melandai di Tanah Air.
Diketahui, Surat Bersama Empat Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Masa Pandemi Covid-19 menjadi dasar PTM mulai 30 Agustus 2021 pada wilayah PPKM 1-3.
Bagi daerah berstatus PPKM Level 2 dan 3, PTM terbatas telah diizinkan, termasuk daerah Jawa-Bali.
PTM dilakukan tetap dengan protokol kesehatan ketat. Kendati demikian, PTM I ni masih menimbulkan keresahan bagi para orang tua murid.
Di samping itu, dengan adanya pembelajaran jarak jauh atau daring selama ini, membuat kualitas pendidikan anak menurun. Namun, dikhawatirkan interaksi fisik saat PTM berlangsung juga dapat menjadi kasus cluster penularan covid-19 di lingkungan sekolah.
dr. Andreas, selaku konsultan dokter Spesialis Anak, juga menggaris bawahi, bahwa metode belajar di rumah dapat menimbulkan stress, tidak hanya kepada anak, namun juga ke orang tua nya. Namun menurutnya, keputusan untuk PTM ini juga merupakan kebijakan yang gegabah.
“Keputusan PTM diambil pemerintah setelah melihat kasus positif dan angka kematiannya sudah turun. Tapi perlu diingat bahwa cakupan vaksinasi anak usia 12-18 tahun di Indonesia belum sampai 80 persen” ujar dr. Andreas.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim berdalih PTM digelar demi mencegah learning loss dan membuat anak stres. Ia pun menyebut pembukaan sekolah di daerah PPKM level 1-3 tak wajib vaksinasi.
Berikut adalah Hal-hal yang harus disiapkan sebelum anak kembali ke sekolah.






