Dia dan kekasihnya berniat menikah, namun tidak direstui oleh orangtua karena beda agama. Dia depresi dan berniat mengakhiri hidupnya dengan cara loncat dari atas Jembatan.
“Ada tiga, empat orang warga yang mencegahnya. Tiba di Jembatan dia nangis-nangis dan gelisah gitu. Orang jadi curiga sehingga membujuknya untuk tenang. Dia pun diamankan warga ke ujung Jembatan dan lapor ke Polsek Bulang, ” kata Nuryanto, sumber warga di lokasi kejadian.
Atas kejadian ini Kapolsek Bulang imbau kepada segenap lapisan masyarakat di Batam untuk lebih bijak lagi menyikapi persoalan hidup ini.
Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan persoalan yang ada. Perkuat iman kepada yang Mahakuasa serta tekun dalam berusaha untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada.
“Jangan lah dikit-dikit bunuh diri. Jika ada permasalahan silahkan cerita ke orang terdekat, teman, keluarga, pasangan, atau bisa konsultasi ke psikolog agar dicarikan jalan keluar. Serta kuatkan keimanan kita, agar tak nekat mengakhiri hidup dengan cara apapun,” imbaunya.
Untuk kasus bunuh diri lain yang terjun dari Jembatan Barelang adalah, M Mahdi pemuda 20 tahun yang loncat diduga karena depresi karena masalah asmara.
Jenazahnya ditemukan mengapung di perairan Pulau Pecong, Belakang Padang beberapa hari setelah nya. Korban lainnya adalah Dedy Gunawan yang loncat dari Jembatan IV Barelang.
Diduga ada masalah kesehatan Dedy nekad mengakhiri hidupnya di perairan Jembatan IV, Kamis (16/5/2024) lalu.(*)
Disclaimer :
“Informasi peristiwa diatas bukanlah cara untuk mengakhir hidup dengan bunuh diri. Bagi anda yang bermasalah atau mengalami gangguan jiwa untuk berkonsultasi dengan dokter atau psikiater, sehingga bisa melakukan pemulihan”
Editor : Ags





