Atasi Daya Tampung, Pemprov Bangun Dua SMK Negeri Baru di Batam

SMK baru di batam
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan dua SMK Negeri baru ini akan dibangun di kawasan Tanjung Uncang dan Bengkong, Kota Batam.

Medianesia.id, Tanjungpinang – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akan membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam pada tahun anggaran 2026.

Pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperluas akses pendidikan menengah kejuruan dan mengatasi persoalan keterbatasan daya tampung di sekolah negeri.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan dua sekolah baru itu akan dibangun di kawasan Tanjung Uncang dan Bengkong, Kota Batam.

“Pembangunannya sudah dianggarkan di APBD Kepri tahun 2026. Setiap sekolah dialokasikan anggaran sekitar Rp5 miliar,” ujar Andi di Tanjungpinang, Senin, 13 Oktober 2025.

Baca juga: Cuaca Kepri Selasa 14 Oktober 2025: Berawan dengan Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah

Menurutnya, pembangunan dua SMK negeri baru di Batam menjadi prioritas karena setiap tahun selalu terjadi persoalan daya tampung saat penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Pertumbuhan penduduk yang pesat membuat jumlah calon siswa jauh melebihi kapasitas sekolah negeri yang ada.

“Batam termasuk wilayah dengan tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi di Kepri. Karena itu, kebutuhan terhadap sekolah negeri baru sangat mendesak,” jelasnya.

Selain pembangunan 2 unit SMK baru, Andi juga mengungkapkan pada tahun 2025 Pemprov Kepri memperoleh bantuan revitalisasi satuan pendidikan sebesar Rp70 miliar dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Anggaran tersebut digunakan untuk merevitalisasi ruang kelas belajar serta pembangunan dua sekolah baru lainnya, yaitu SMAN 29 Batam dan SMAN 1 Selat Gelam di Kabupaten Karimun.

Baca juga: SPP Gratis untuk SMA/SMK/SLB se-Kepri Tetap Berlanjut Tahun 2026

“Selain program pendidikan gratis, kami juga fokus meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan melalui pembangunan dan revitalisasi sekolah. Total anggarannya mencapai Rp70 miliar,” kata Andi.

Ia menegaskan, meskipun pemerintah daerah tengah melakukan efisiensi anggaran di berbagai sektor, pendidikan tetap menjadi prioritas utama.

“Pendidikan ini investasi jangka panjang. Karena itu, meskipun ada efisiensi, kami tetap mempertahankan program yang langsung dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Langkah Pemprov Kepri membangun dua unit SMK baru di Batam ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat akan sekolah negeri yang layak dan berkualitas, sekaligus mendukung pemerataan pendidikan.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait