Kenaikan itu disebabkan oleh penyesuaian SiLPA tahun anggaran 2022 yang semula ditargetkan sebesar Rp200 miliar, menjadi Rp388,9 miliar.
“Kenaikan pembiayaan ini juga dipengaruhi oleh selisih perhitungan Pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo sebesar Rp18,1 miliar, yang awalnya dianggarkan sebesar Rp84,3 miliar menjadi Rp66,1 miliar,” terang Raden.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menyampaikan apresiasi terhadap seluruh anggota DPRD dan TAPD Pemprov Kepri yang telah merampungkan APBD Perubahan 2023.
Menurutnya, perubahan-perubahan yang terjadi dalam penyusunan anggaran ini merupakan hal biasa.
“Harapan kami pengesahan APBD Perubahan ini bisa berdampak bagi masyarakat luas,” harapnya. (Ism)
Editor : Brp





