Antrean Solar Mengular di Tanjungpinang, Disdagin Sebut Musim Kemarau

antrean solar
Antrean panjang pembelian BBM subsidi jenis solar kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang. Foto: Mhd/Medianesia

Medianesia.id, Tanjungpinang – Antrean panjang pembelian BBM subsidi jenis solar kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kota Tanjungpinang.

Pantauan di lapangan menunjukkan, truk dan kendaraan angkutan barang mengantre hingga ke bahu jalan sejak pagi hari.

Antrean panjang tersebut dilaporkan telah berlangsung selama beberapa hari terakhir.

Pengawas SPBU Jalan Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang, Aziz, mengungkapkan lonjakan pembelian solar didominasi kendaraan tertentu, seperti truk tangki pengangkut air bersih serta lori pengangkut tanah timbunan.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Tanjungpinang Nyaris Rambat Rumah Warga

“Dalam sehari bisa habis sekitar 4 kiloliter. Memang belakangan ini pembelian meningkat, karena ada kekhawatiran stok terbatas,” kata Aziz, Jumat, 30 Januari 2025.

Hal serupa disampaikan Yogi, pengawas SPBU Batu 7 di Jalan D.I. Pandjaitan. Menurutnya, antrean masih dalam kategori normal.

Meski didominasi kendaraan angkutan barang dan mobil pengangkut air bersih yang melakukan pengisian berulang.

Baca juga: DPRD Kepri Desak Kewenangan Labuh Jangkar Dialihkan ke Daerah

“Kalau benar-benar padat, antrean bisa sampai ke tikungan lampu merah. Sekarang belum sampai ke tahap itu,” ujarnya.

Menanggapi situasi itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tanjungpinang membenarkan adanya antrean solar di sejumlah SPBU.

Kepala Disdagin Tanjungpinang, Riany, menyebut faktor musim kemarau sebagai penyebab utama, karena meningkatnya kebutuhan solar untuk pengangkutan air bersih.

Baca juga: Tanjungpinang Terendah Cakupan JKN se-Kepri, Satu-satunya Gagal Raih UHC 2026

“Ini karena musim kemarau, ditambah aktivitas pembangunan yang mulai berjalan,” jelasnya.

Meski demikian, Disdagin memastikan pasokan solar di Tanjungpinang masih dalam kondisi aman.

Setiap SPBU, kata Riany, rata-rata memperoleh kuota solar sekitar 2 hingga 4 kiloliter per hari, yang dinilai masih mencukupi kebutuhan masyarakat.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait