Medianesia.id, Tanjungpinang-Komisi II DPRD Provinsi Kepri mendesak penggunaan Fuel Card di Tanjungpinang dan Bintan disegerakan.
“Kami menaruh atensi terhadap persoalan antrean solar yang terjadi di wilayah Pulau Bintan belakangan ini,” ujar Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua, Minggu (4/8/2024)
Ditegaskannya, menyikapi persoalan antrean solar ini, Komisi II DPRD Kepri telah menggelar rapat kerja bersama Pertamina di Graha Kepri, Batam, Jumat (2/8/2024) lalu.
“ Antrean solar belakangan ini dikeluhkan, karena mengganggu aktivitas usaha. Makanya harus ada tindakan yang segera dilakukan,” tegasnya.
Politisi Partai Hanura ini menyebutkan, dalam rapat kerja ini, pihaknya melibatkan langsung pimpinan Pertamina Kepri, Bagus Handoko (SeniorArea Manager Kepri) dan Himpunan Wiraswasta Nasional minyak dan gas (Hiswana Migas).
“Dalam rapat ini, kami mencapai beberapa kesepakatan untuk mengurangi atau menghilangkan antrian kendaraan di SPBU Tanjungpinang dan Bintan,” tegasnya.
Ditegaskannya, sebagai solusi, pihak Pertamina akan menambah 2 armada angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mengurangi waktu tunggu pengantaran dari depo Tanjunguban, Bintan ke Tanjungpinang.
“Kedua menambah jam kerja dan minggu tetap operasional untuk mengurangi waktu antrian. Ketiga, mulai Senin 5 Agustus 2024 akan dilakukan launching penggunaan fuel card Bukopin di Tanjungpinang sehingga kendaraan Bintan yang selama ini masih menggunakan Brizzi untuk isi di SPBU Tanjungpinang akan terblokir,” paparnya.
Baca Juga : Polres Bintan Tangkap Pelansir BBM Solar
Lebih lanjut katanya, dengan demikian, terhitung 5 Agustus 2024 Brizzi sudah tidak bisa digunakan lagi di SPBU Tanjungpinang.
Selanjutnya yang keempat, dengan berfungsinya kartu Bukopin fuel card di Batam , Tanjungpinang dan Bintan sehingga kendaraan di tiga daerah ini bisa mengisi di tiga daerah sesuai denga alokasi kuota yang diberikan.
“Bagi yang telah mendapatkan Bukopin fuel card, bisa mengisi BBM di Tanjungpinang, Bintan, dan Batam,” jelasnya.
Kemudian, untuk pendaftaran untuk program subsidi tepat bagi pengguna Pertalite akan di lakukan dan mulai 1 September 2024 mendatang.
Menjelang penerapan kebijakan ini, bagi kendaraan yang belum memiliki barcode masih dapat mengisi pertalite, tetapi dibatasi maksimal 20 liter sekali isi.
“Warga dapat mendaftar sendiri melalui aplikasi my pertamina atau link subsiditepat.mypertamina.id. Semoga dengan kesepakatan diatas, pada 5 Agustus nanti permasalahan antrian kendaraan yang mengisi BBM solar sudah dapat terselesaikan,”tutupnya. (*)
Editor : Ags





