Angkasa Pura Akui Pamitnya Garuda dari Bandara RHF Bakal Berdampak

angkasa pura tanjungpinang

Medianesia.id, Tanjungpinang – PT Angkasa Pura menyatakan rencana penghentian penerbangan Garuda Indonesia di Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang berpotensi menimbulkan dampak internal maupun eksternal, terutama terhadap pendapatan bandara.

General Manager PT Angkasa Pura Bandara RHF Tanjungpinang, Mohamad Setiadi Dermawan, mengungkapkan selama ini pendapatan bandara masih sangat bergantung pada aktivitas pesawat yang datang dan berangkat.

“Secara pendapatan tentu akan terdampak. Karena sumber pendapatan kami masih berasal dari penerbangan yang datang dan pergi,” kata Setiadi, Minggu, 25 Januari 2026.

Baca juga: Polda Kepri Selidiki Dugaan Klaim BPJS Fiktif di Tanjungpinang

Meski demikian, ia memastikan penghentian operasional Garuda Indonesia tidak berdampak pada kualitas pelayanan bandara.

Sebab, rute Tanjungpinang–Jakarta tetap akan dilayani oleh maskapai Citilink dengan frekuensi harian.

Namun di sisi lain, Setiadi mengakui kehadiran Garuda Indonesia memiliki nilai tersendiri bagi sebuah daerah.

Baca juga: Hengkangnya Garuda di Bandara RHF Ancam Citra Pariwisata Kepri

“Daerah yang dilayani Garuda Indonesia biasanya memiliki kebanggaan tersendiri. Tapi hal itu tidak bisa dikaitkan dengan status Bandara Internasional RHF,” tegasnya.

Ia menambahkan, meski telah berstatus bandara internasional, Bandara RHF hingga kini belum melayani penerbangan luar negeri.

Baca juga: Garuda Indonesia Akan Tinggalkan Bandara RHF? Ini Kata Pengelola Bandara

Wacana pembukaan rute internasional, khususnya Tanjungpinang–Kuala Lumpur, masih dalam tahap penjajakan.

“Pemerintah daerah saat ini masih melakukan pendekatan dengan AirAsia. Mudah-mudahan bisa terealisasi karena tentu akan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(Mhd)

Editor: Brp

Pos terkait