Aksi Penyelundupan Pekerja Ilegal Marak, Dewan Batam Mengaku Geram

Medianesia.id, Batam – Pihak kepolisian Batam kembali menangkap pelaku penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tak memiliki dokumen resmi di Pelabuhan Internasional Batam Center.

Dalam kasus tersebut, Polsek KKP Batam menangkap enam orang dengan modus menjanjikan pekerjaan layak dan upah besar kepada korban.

Hal ini pun membuat Wakil Ketua Komisi I DPRD Batam, Safari Ramadhan geram. Mengingat, kasus serupa sudah berungkali terjadi di Batam.

“Ini pasti masih ada yang bermain. Permasalahannya, kalau masyarakat tidak ikut tenaga kerja prosedural, jangan menuntut kepada pemerintah. Ada risiko yang akan ditanggung,” tegasnya.

Risiko tersebut, lanjut Safari, antara lain dideportasi, gaji yang tidak dibayarkan, lalu ada yang mendapat penyiksaan serta pelecehan seksual.

“Kemana mau melapor, tentu ke Duta Besar Indonesia yang ada di negara tersebut. Jadi, hati-hati dengan penerimaan tenaga kerja ilegal atau non prosedural ini,” sambungnya.

Menurut Safari, permasalahan penyelundupan seperti ini mesti mendapat pengawasan ketat oleh pemangku kepentingan (stakeholder) yang ada. Baik dari pihak kepolisian, imigrasi, dan pengelola pelabuhan.

Politisi asal Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut yakin, terdapat oknum-oknum internal yang ikut bermain.

“Jangan dikasih celah. Saya yakin ada pemain. Ini sulit ditindak tegas karena yang bermain itu oknum-oknum yang ada di dalam itu sendiri. Sulit untuk memberantasnya. Harus ada kemauan keras dari kementerian,” pungkasnya. (*/ilm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *