AJI : Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis Meningkat

Jurnalis yang tergabung di AJI melakukan aksi hari pers dunia 2023 beberapa waktu lalu. Foto: Instagram@aji.indonesia

Medianesia.id, Jakarta-Aliansi Jurnalis Independen atau AJI mencatat sepanjang 2023 terlah terjadi 86 kasus kekerasan yang menimpa jurnalis di Indonesia. 

“Angka ini melonjak dibandingkan dengan pada 2022 yang tercatat sebanyak 61 kasus dan 2021 sebanyak 41 kasus,” ujar Ketua AJI Indonesia, Sasmito Madrim, Kamis (4/1/2024)

Dijelaskannya, kekerasan fisik menjadi kasus yang paling banyak dialami jurnalis dan dilaporkan kepada AJI. Terdapat 19 kasus kekerasan fisik terhadap jurnalis.

“Yang terbaru adalah kasus kekerasan terhadap jurnalis CNN yang dikeroyok massa saat tengah meliput prosesi penjemputan jenazah mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe,” jelasnya. 

Serangan digital juga menjadi bentuk kasus kekerasan yang paling banyak dialami jurnalis. AJI mencatat 14 laporan terkait serangan digital yang dialami jurnalis dan media.

“Mulai dari penyerangan digital terhadap website resmi media hingga peretasan akun personal jurnalis,” jelasnya lebih lanjut.

Seperti pada Desember 2023 lalu, website serta aplikasi milik media Kompas.id mengalami pola serangan tak wajar yang mengganggu traffic sistem.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *