Medianesia.id, Batam – Warga yang bermukim di kawasan elite Sukajadi, Batam kembali ‘berteriak’ akibat kualitas air yang buruk.
Sejumlah warga pun saling membagikan foto air warna kuning di grup whatsapp lingkungan, dengan komentar bernada kesal.
“Air PAM Moya gak layak dipakai. Hati-hati gaes,” ungkap Indra Lorenzo, warga perumahan Sukajadi sambil mengunggah foto air berwarna kuning keruh.
Kondisi air yang diunggah oleh warga Sukajadi tersebut jelas tidak layak konsumsi. Tidak dapat digunakan untuk mandi, mencuci, apalagi memasak.
Dengan kualitas air demikian, tidak dapat dipastikan apa yang terkandung dalam air tersebut.
Menurut penelusuran, air menguning ini dialami oleh warga yang ada di jalan Cemara Laut, Cemara Papua dan Cemara Mas Perumahan Sukajadi, Batam.
“Di cemara laut airnya juga kuning tanpa pemberitahuan apa-apa. Gimana nih?” tanya warga.
Ini bukan kali pertama kualitas air di perumahan elite tersebut mengalami masalah. Sebelumnya, air yang diterima warga sukajadi juga sempat menguning. Tidak ada keterangan yang jelas, mengapa kondisi air mengalami penurunan kualitas.
Kondisi ini membuat warga was-was menggunakan air yang didistribusikan oleh SPAM Batam. Karena, mereka khawatir kualitas air yang buruk tersebut akan menimbulkan masalah kesehatan kedepannya.
Padahal, press rilis yang ditayangkan di website BP Batam tanggal 28 November 2020 silam menyebutkan, salah satu peran operator SPAM adalah melakukan proses pengambilan air baku dari sumbernya yaitu waduk yang disalurkan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA), dan selanjutnya diolah menjadi air bersih dengan standar air minum untuk disalurkan ke jaringan distribusi.
Namun, air yang diterima oleh warga Sukajadi jelas tidak memenui standar air minum seperti yang dikatakan oleh BP Batam. (*)





