Agustus 2022, BPS Sebut Indonesia Alami Deflasi hingga 0,21 Persen

Ilustrasi bawang dan Cabe

Medianesia.id, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus mengalami deflasi sebesar 0,21%, (month-to-month/mtm). Ini adalah deflasi kedua sejak Februari 2022.

Kepala BPS Margo Yuwono dalam jumpa persnya secara daring mengungkapkan, deflasi dipicu oleh penurunan harga cabai merah, bawang merah dan cabai rawit.

“Untuk produk hortikultura, ini memasuki masa panen. Bawang merah, cabai, beberapa sentra produksi sudah mulai panen. Ini akan mempengaruhi inflasi dalam negeri,” tegas Margo, Kamis (9/1/2022).

Data BPS menunjukkan harga bergejolak mengalami deflasi sebesar -0,29% mtm dengan andil terhadap keseluruhan deflasi sebesar 0,51% mtm.

Namun, Margo mengingatkan adanya kenaikan harga di dalam komponen harga bergejolak pada Agustus 2022. Komponen tersebut adalah beras dan telur ayam ras.

“Ini perlu mendapatkan perhatian karena memiliki bobot yang besar dalam perhitungan inflasi,” tegasnya.

Selanjutnya, inflasi inti tercatat 0,38% pada Agustus 2022. Andilnya mencapai 0,24%. Inflasi ini juga didorong uang kuliah, uang pangkal untuk SD dan tarif kontrak rumah.

Selain komponen inti, Margo mengungkapkan inflasi terjadi di harga yang ditetapkan pemerintah. Inflasi mencapai 0,33% dan andilnya 0,06%.(ilm)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *