Ada Sentimen Positif Kabinet Baru, Nilai Tukar Rupiah Menguat Signifikan

Ada Sentimen Positif Kabinet Baru, Nilai Tukar Rupiah Menguat Signifikan
Ada Sentimen Positif Kabinet Baru, Nilai Tukar Rupiah Menguat Signifikan. Foto: Ilustrasi Pexels.

Medianesia.id, Batam – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan signifikan, mendekati level Rp 15.450/US$.

Penguatan ini didorong oleh beberapa faktor, salah satunya adalah sentimen positif terhadap kabinet baru Presiden Terpilih Prabowo Subianto.

Head of Treasury & Financial Institution Bank Mega, Ralph Birger Poetiray, menjelaskan bahwa ekspektasi positif terhadap kinerja kabinet baru menjadi salah satu faktor utama penguatan rupiah.

Pelaku pasar menyambut baik formasi kabinet yang diumumkan, terutama terkait kebijakan ekonomi yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Moment pelantikan presiden terpilih dan juga pemilihan formasi kabinet keuangan membuat pasar menyambut dengan positif,” ujar Ralph.

Selain sentimen positif terhadap kabinet baru, minimnya permintaan dolar di dalam negeri juga turut mendorong penguatan rupiah.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti belum masuknya siklus impor BBM, repatriasi dividen, dan pembayaran utang luar negeri.

Ekonom Indo Premier Sekuritas, Luthfi Ridho, menegaskan bahwa tren penurunan permintaan dolar di dalam negeri menjadi salah satu faktor kunci penguatan rupiah dalam beberapa hari terakhir.

Bank Indonesia (BI) juga berperan aktif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa BI telah melakukan berbagai upaya untuk menjaga stabilitas rupiah, termasuk melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN).

Selain itu, BI juga terus berupaya menarik aliran dana asing ke dalam negeri melalui instrumen seperti Surat Utang Negara (SUN) dan Sukuk.

Meskipun demikian, Destry Damayanti mengingatkan bahwa konflik geopolitik, khususnya perang di Timur Tengah, masih menjadi ancaman bagi stabilitas nilai tukar rupiah.

Peningkatan tensi geopolitik dapat memicu ketidakpastian di pasar keuangan global dan berpotensi menekan nilai tukar rupiah.

Secara keseluruhan, prospek nilai tukar rupiah dinilai cukup positif dalam jangka pendek. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai perkembangan situasi global, terutama terkait konflik geopolitik.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *