“Yang pasti harus Kamis-Jumat masuk, jadi tidak boleh bolos. Jadi hanya diberi kesempatan work from home dua hari. Selasa-Rabu,” imbuh Muhadjir.
Menhub Budi Karya Sumadi menambahkan bahwa kebijakan WFH ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi para pemudik kembali ke Jakarta dengan lebih tenang.
“Baru saja menerima WA dari Pak MenPAN-RB bahwa WFH dua hari disetujui. Oleh karenanya, pemudik bisa balik dengan tenang, masih ada waktu, nanti lihat waktu-waktu yang tepat untuk melaksanakan kegiatan balik,” kata Budi di lokasi yang sama.
Budi juga menjelaskan bahwa koordinasi dengan Korlantas Polri dan Jasa Marga telah dilakukan untuk menganalisis volume, capacity, ratio (VCR) lalu lintas.
Hasilnya, angka VCR saat arus balik libur Lebaran diprediksikan akan melebihi normal.
“Alasan pelaksanaan WFH dua hari ini memang dalam perhitungan yang dilakukan Kakorlantas dan Jasa Marga, VCR-nya lebih dari 1 atau ada yang 0,96, padahal VCR harus 0,7,” imbuhnya.
Puncak arus balik libur Lebaran diprediksi akan terjadi pada Minggu (14/4).
Diharapkan dengan kebijakan WFH ini, para pemudik memiliki waktu lebih banyak untuk kembali ke Jakarta dan kemacetan panjang dapat dihindari.
“Jadi kita tidak mau ada risiko terjadinya kemacetan. Tapi di sisi lain, kalaupun nanti lancar, jaga kecepatan dalam kecepatan yang aman,” pungkas Budi.(*/Brp)
Editor: Brp





