Medianesia.id, Batam – Anggota DPRD Provinsi Kepri Wahyu Wahyudin menilai, ada pekerjaan yang ‘tidak benar’ oleh kontraktor ditragedi ambrolnya plafon Masjid Tanjak Batam pada Kamis (8/9/2022) pagi.
Bahkan, politisi PKS ini meminta agar pihak berwenang mengusut ambrolnya plafon Masjid Tanjak Batam yang menelan anggaran hingga Rp39,93 Miliar yang baru 77 hari diresmikan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto ini.
“Kontraktornya yang gak benar itu. Tapi perlu diusut oleh pihak-pihak yang berwenang, kenapa terjadi demikian,” ujarnya, Sabtu (10/9/2022).
Saat ini, Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku pengelola bangunan telah menutup sementara Masjid Tanwirun Naja itu untuk umum selama dua bulan dalam rangka perbaikan plafon yang ambrol.
Ambrolnya plafon mengakibatkan kerusakan pada langit-langit masjid mencapai 35 persen.
Sebagaimana diketahui, Pembangunan Masjid Bandara Hang Nadim dikerjakan oleh PT Nenci Citra Pratama, kontraktor yang beralamat di Jalan Utan Kayu Raya Nomor 63 Kelurahan Utan Kayu Utara, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Sementara supervisi pembangunan masjid oleh PT Marga Sarana Bhumi dengan anggaran Rp659 juta. Perusahaan ini beralamat di Jalan Karang Pasandun V No. 18 RT 5 RW 03 Jati Endah Cilengkang, Bandung, Jawa Barat.
Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyebutkan tingginya intensitas curah hujan menjadi penyebab ambrolnya plafon Masjid Tanjak.
BP Batam selaku pengelola bangunan mengakui terjadinya kerusakan pada plafon masjid ikonik yang dibangga-banggakan itu.
“Memang benar plafon masjidnya lepas, karena kelembaban yang ada di plafon masjid tersebut,” katanya.
Wahyu Wahyudin juga menduga kemungkinan adanya kebocoran pada atap masjid. Sehingga air masuk ketika hujan dan semakin lama akan semakin banyak.
“Gypsum plafon gak kuat dengan bahan air, sehingga ambrol,” katanya. (*/ilm)





