Dimana, pada Agutus 2022 lalu sebesar 8,23 persen, lalu turun menjadi 6,80 persen pada Agustus 2023.
Capaian ini juga menempatkan Kepri di posisi ke-2 se-Indonesia pada periode 2022-2023 setelah Bali yang turun 2,11 persen poin.
Adapun, lapangan pekerjaan yang menyerap pekerja terbesar adalah industri pengolahan sebanyak 257 ribu orang.
Sedangkan lapangan pekerjaan yang menyerap pekerja terkecil adalah jasa keuangan sebanyak 12,8 ribu orang.
Menanggapi hal itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menilai penurunan TPT Kepri merupakan bukti pemerintah daerah telah berupaya keras untuk memulihkan ekonomi dan ketenagakerjaan paska pandemi.
“Ini menunjukkan bahwa kita telah berhasil mengatasi dampak pandemi COVID-19 yang sangat berpengaruh terhadap sektor ekonomi dan ketenagakerjaan,” ujarnya.





