Medianesia.id, Karimun – Sepanjang tahun 2022, sebanyak 676 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) terjadi di Kabupaten Karimun. Dimana dari jumlah tersebut, 4 di antaranya meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi mengatakan, mayoritas masyarakat yang terjangkit oleh virus yang berasal dari gigitan nyamuk ini adalah kalangan anak-anak dan remaja.
“Dari jumlah pasien yang meninggal dunia, diketahui berasal dari kalangan anak-anak dan remaja,” ujar Rachmadi.
Berdasarkan pemetaan, kasus DBD banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Meral, Meral Barat, Karimun, Tebing dan Kecamatan Kundur.
“Kondisi geografis Karimun yang memiliki iklim tropis menjadikan nyamuk Aides Aagypti ini sangat mudah berkembang biak. Selain itu pengetahuan masyarakat untuk mengantisipasi perkembangbiakan nyamuk tersebut juga masih minim,” terangnya.
Capaian angka kasus DBD pada tahun ini, berada pada posisi tertinggi dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Pada tahun 2019 kasus DBD di Karimun ditemukan sebanyak 232 kasus, 2020 sebanyak 442 kasus, 2021 sebanyak 531 kasus dan 2022 ini per Agustus ditemukan sebanyak 676 kasus.
Untuk itu, kata Rachmadi, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga pola hidup sehat dengan menghindari adanya potensi perkembangbiakan nyamuk.
“Masyarakat harus ambil peran dalam mengantisipasi hal ini. Bisa dengan cara menutup bak penampungan air dan menghindari hal yang bisa terjadinya perkembangbiakan nyamuk itu sendiri,” tegasnya. (ilm)





