Medianesia.id, Tanjungpinang – Sebanyak 500 perempuan pelaku usaha mikro di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendapatkan pelatihan, dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera).
Kepala Pemodalan Nasional Madani (PNM) Pekanbaru, Mizan Saroni, mengatakan 500 pelaku usaha mikro tersebut dapat diharapkan dapat menjadi penggerak usaha sekaligus agen pelayanan produk PNM.
Ia menjelaskan, pelatihan serupa telah dilaksanakan PNM sebanyak 820 kali selama 25 tahun terakhir, dengan total lebih dari 28.000 nasabah yang telah dibina di seluruh Indonesia.
Baca juga: Stand Dekranasda Tanjungpinang Raih Juara Terbaik di Dekra Fest Kepri 2025
“Untuk pelatihan PKU Akbar di Tanjungpinang ini, pembinaan difokuskan untuk 500 nasabah, yang diharapkan mampu,'” kata Mizan, Sabtu, 15 November 2025.
Selain pelatihan manajemen usaha, ratusan pelaku usaha juga mendapat materi tentang digitalisasi produk, manfaat asuransi jiwa, tabungan emas, hingga peluang menjadi agen layanan PNM.
Di Kepri sendiri, kata dia PNM mencatat jumlah nasabah mencapai 68.000 orang, tersebar di 16 unit kerja dengan total penyerapan pembiayaan mencapai Rp260 miliar.
Sementara itu, khusus di Tanjungpinang, terdapat lebih dari 10.500 nasabah dengan total outstanding mencapai Rp22 miliar.
Baca juga: Musda Pemilihan Ketua DPD Golkar Kepri Ditunda, Tiga Nama Calon Sudah Muncul
“untuk usaha ultra mikro di Kepri stabil di atas 5 persen per bulan. Ini menunjukkan semangat ibu-ibu dalam mengembangkan usahanya sangat tinggi,” tambahnya.
Kedepannya, PNM juga berencana penambahan dua unit kerja baru di Kepri pada tahun depan untuk memperluas jangkauan layanan.
Fokus pendampingan PNM sendiri ialah usaha perdagangan kecil seperti kelontong, warung gorengan, hingga penjual buah, dengan pinjaman awal berkisar Rp2-3 juta per nasabah dan tenor pinjaman antara 6 bulan hingga 2 tahun.
“Jadi kita berusaha membantu perempuan pelaku usaha mikro di Kepri naik kelas dan berkontribusi pada penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





