50 Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan dari Malaysia

50 Pekerja Migran Indonesia Dipulangkan dari Malaysia
Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia ke Tanah Air melalui jalur laut, Rabu (9/10/2025). Foto: KJRI Johor Bahru.

Medianesia, Batam – Sebanyak 150 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dipulangkan dari Malaysia ke Tanah Air melalui jalur laut, Rabu (9/10/2025).

Pemulangan ini merupakan bagian dari Program M, hasil kerja sama antara Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya, KJRI Johor Bahru, KBRI Kuala Lumpur, serta Depot Tahanan Imigresen (DTI) di wilayah kerja KJRI Johor Bahru.

Program M dirancang untuk memastikan pemulangan warga negara Indonesia dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan terkoordinasi lintas lembaga.

Baca juga: Ansar Harap Diskusi TKD dengan Menkeu Beri Keadilan bagi Keuangan Daerah

Sebanyak 116 laki-laki dan 34 perempuan diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, menuju Pelabuhan Batam Center, Kepulauan Riau, menggunakan kapal feri MV Allya Express 3 yang lepas pukul 13.30 waktu Malaysia.

Koordinator Satgas Pelayanan dan Pelindungan KJRI Johor Bahru, Jati H. Winarto menjelaskan, sejak Program M pertama kali dijalankan pada Desember 2024, KJRI Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan 1.406 PMI.

“Capaian ini adalah komitmen pemerintah Indonesia dalam memastikan perlindungan dan pemulangan pekerja migran secara bermartabat,” katanya.

Baca juga: Polisi Tahan 7 Tersangka Korupsi Proyek Dermaga Batu Ampar

Hingga akhir 2025, Program M dijadwalkan akan melakukan pemulangan dua kali setiap bulan, dengan gelombang berikutnya pada 23 Oktober 2025 yang diperkirakan membawa sekitar 150 orang lagi.

Program ini akan terus berjalan hingga Desember 2026, dengan target total 7.200 orang yang akan dipulangkan.

Menariknya, seluruh PMI yang dipulangkan kini telah tercatat dalam sistem digital All-Indonesia, yang memungkinkan proses kedatangan berlangsung lebih cepat, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.

Baca juga: Polda Kepri Musnahkan 9,4 Kilogram Sabu dan Ribuan Ekstasi

Pemulangan ini juga melibatkan koordinasi lintas instansi di Indonesia, termasuk Kementerian P2MI, Pemprov Kepulauan Riau, BP3MI Kepri, P4MI Batam, serta pihak Kesehatan, Imigrasi, dan Bea Cukai Batam Center.

Semua pihak terlibat sejak tahap identifikasi, pengawalan, hingga penerimaan para Pekerja Migran Indonesia di pelabuhan.(*)

Editor: Brp

Pos terkait