Medianesia.id, Tanjungpinang – Sebanyak 20 ribu ayam hidup dari Pulau Bintan diekspor ke Singapura melalui Pelabuhan Sei Payung Batu 6 Kota Tanjungpinang, Jumat (28/6).
Kepala Satuan Pelayanan Hewan Ikan dan Tumbuhan (RHF) Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang, Dwi Sulistiyono, mengungkapkan ekspor ayam hidup dari Pulau Bintan ini merupakan bukti kualitas peternakan Indonesia yang telah diakui di kancah internasional.
“Ini bukti bahwa peternakan Indonesia memiliki kualitas yang baik dan mampu menembus pasar internasional,” ujar Dwi Sulistiyono.
Ia menambahkan, ekspor ayam hidup ke Singapura ini melalui proses pengawasan yang ketat dan panjang dari Balai Karantina Ikan, Hewan, dan Tumbuhan.
“Singapura memiliki persyaratan yang cukup sulit untuk dipenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Produksi Komersil JAPFA Area Sumbagut, Taufik Robina, menjelaskan jumlah ayam hidup yang diekspor ke Singapura sebanyak 4 ton.
“Hari ini kita ekspor 4 kontainer atau 20 ribu ayam hidup ke Singapura,” katanya.
Ia menegaskan, ekspor ayam hidup ini tidak akan mengganggu kebutuhan lokal di Pulau Bintan. Hal ini karena JAPFA memiliki budidaya ayam khusus untuk memenuhi kebutuhan lokal dan ekspor.
“Kita ada yang khusus ekspor dan lokal, jadi tidak mengganggu kebutuhan masyarakat Pulau Bintan,” tambahnya.
Pengiriman ayam hidup ke Singapura ini mengedepankan standar kualitas dan keamanan pangan. Nilai ekspor 20 ribu ayam hidup ini mencapai Rp1 miliar.
“Nilai ekspor ayam hidup ini capai Rp1 miliar,” sebutnya.
Sebelum dimasukkan ke dalam kapal, seluruh ayam yang berada dalam kandang disemprot disinfektan oleh Satuan Pelayanan Hewan Ikan dan Tumbuhan Raja Haji Fisabilillah Kota Tanjungpinang. (Ism)
Editor: Brp





