174 Ribu Penumpang Diperkirakan Melintas Pelabuhan Tanjungpinang saat Nataru

penumpang nataru

Medianesia.id, Tanjungpinang – Arus penumpang angkutan laut pada momen Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang diprediksi meningkat signifikan.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Tanjungpinang memperkirakan jumlah penumpang mencapai sekitar 174 ribu orang, naik sekitar 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala KSOP Kelas II Tanjungpinang, Febryanto, mengungkapkan pada periode Nataru 2024–2025 lalu, realisasi penumpang tercatat sekitar 143 ribu orang.

Tahun ini, lonjakan diperkirakan terjadi seiring meningkatnya mobilitas masyarakat.

“Jika tahun lalu sekitar 143 ribu penumpang, tahun ini diperkirakan mencapai 174 ribu penumpang naik dan turun melalui pelabuhan di Tanjungpinang,” ungkapnya, Selasa, 16 Desember 2025.

Baca juga: Pemilik Tanah Ancam Tembok Permanen Akses Jalan PT Prendjak Tanjungpinang

Puncak arus penumpang diperkirakan terjadi dalam tiga periode utama, yakni 22 Desember 2025 atau tiga hari menjelang Natal, 29 Desember 2025 menjelang pergantian tahun, serta 5 Januari 2026 atau beberapa hari setelah Tahun Baru.

Untuk menghadapi lonjakan tersebut, lanjut Febryanto, KSOP telah memastikan kesiapan penuh dengan menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Mulai dari penambahan armada, pengaturan jadwal keberangkatan, hingga penguatan pengawasan keselamatan pelayaran.

Khusus pada rute padat Tanjungpinang–Bintan, KSOP bersama operator kapal menyiapkan armada berkapasitas besar, salah satunya kapal Oceana 175 yang mampu mengangkut hingga 480 penumpang dalam satu kali perjalanan.

Baca juga: Pengelolaan Pelabuhan Tanjung Moco Kembali ke KSOP

Selain itu, KSOP membuka opsi penyesuaian jadwal keberangkatan rute Tanjungpinang-Batam.

Interval kapal yang biasanya mengikuti jadwal reguler per 1 jam sekali keberangkantan, dapat dipersempit menjadi setiap 30 menit apabila terjadi lonjakan penumpang.

“Opsi ini mencegah penumpukan penumpang di pelabuhan. Jadi, kalau kapal bisa langsung berangkat kalau sudah penuh,” sebutnya.

Sebagai bagian dari pengamanan Nataru, KSOP juga menjadwalkan Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru selama 22 hari, terhitung mulai 18 Desember 2025 hingga 8 Januari 2026.

Dalam periode tersebut, disiapkan 46 armada kapal, terdiri dari 39 kapal reguler dan tujuh kapal cadangan.

Baca juga: Mobilitas Nataru Bakal Padat, KSOP Tanjungpinang Imbau Penumpang Tak Paksakan Diri

Dari sisi keselamatan pelayaran, KSOP telah melakukan ramp check atau uji petik terhadap tujuh armada sesuai penugasan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.

Hasil pemeriksaan menyatakan seluruh kapal layak berlayar, baik secara teknis maupun administrasi.

Mengantisipasi potensi cuaca ekstrem hingga Januari 2026, KSOP memperkuat koordinasi dengan BMKG melalui pembaruan informasi cuaca setiap empat jam.

Apabila kondisi dinilai tidak aman, keberangkatan kapal akan ditunda atau dihentikan sementara.

“Keselamatan tidak bisa ditawar. Jika cuaca tidak memungkinkan, kapal tidak akan diberangkatkan,” tegas Febryanto.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait