Medianesia.id – Kepala BNPB Letjen Suharyanto mengatakan, sebanyak 151 korban gempa bumi Cianjur masih dinyatakan hilang. Proses pencarian masih terus dilakukan.
“Dalam data semenatra masih ada 151 orang korban yang masih hilang,” ujar Kepala BNPB Letjen Suharyanto, Kamis (24/11/2022) kemarin.
Dijelaskannya, jumlah korban dalam peristiwa ini, sudah terdata sebanyak 268 jiwa. Adapun korban yang sudah terindentifikasi sebanyak 122 jenazah,
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin agar seluruh korban ditemukan,” ungkapnya.
Letjen Suharyanto menerangkan beberapa dapur umum musibah gempa bumi Cianjur telah beroperasi.
Pengungsi musibah gempa bumi Cianjur, lanjutnya, telah mendapatkan fasilitas tenda berukuran besar dari BNPB, TNI dan Polri.
“Pengungsi pada hari ini sudah mendapatkan fasilitas lebih baik, tenda besar telah didirikan baik dari BNPB, pemerintah, TNI/Polri dan bantuan lembaga lainnya,” terang Suharyanto.
“Dapur umum telah beroperasi, kalau masih ada yang kurang dan belum terlayani, lambat laun akan kami perbaiki,” sambungnya.
Terkait banyaknya perbedaan data yang berkembang, Suharyanto berkata, pendataan masih terus dilakukan dan posko telah didirikan.
Seluruh informasi resmi tentang penanganan musibah gempa bumi Cianjur dikeluarkan dari posko BNPB.
“Setiap sore akan ada update penanganan bencana dari Posko Tanggap Darurat yang ada di Kantor Bupati Cianjur,” jelas Suharyanto.
Sebelumnya diketahui, sebanyak 268 korban dinyatakan meninggal dunia, 1,083 korban luka-luka, 58,362 orang mengungsi dalam musibah gempa bumi Cianjur Jawa Barat.





