15 Tahun jadi DPO, Yosef Ditangkap Setelah Dinyatakan Sembuh Dari Covid-19

Medianesia.id, Tanjungpinang – Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI.bersama Tim Dirkrimum Polda Jawa Barat sertaTim Intelijen Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan Terpidana Tindak Pidana Korupsi yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), Selasa (13/07)

Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, Yosef Tjahjadjaja merupakan Terpidana dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Pembobolan Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan-Jakarta yang menyebabkan kerugian Keuangan Negara cq. Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan Jakarta sebanyak Rp 120 miliar.

Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA diminta untuk mencarikan dana (arranger) untuk ditempatkan di Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan dan atas penempatan dana tersebut, Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA meminta imbalan kepada pihak bank;
Akhirnya, Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA berhasil menempatkan deposito Rp 200 miliar dari PT. Jamsostek di bank tersebut
Selanjutnya atas penempatan dana tersebut.

Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA bersama-sama dengan AGUS BUDIO SANTOSO dari PT.Rifan Financindo Sekuritas meminta imbalan fasilitas dana untuk mengucurkan kredit kepada ALEXANDER J. PARENGKUAN dkk dari PT.Dwinogo Manunggaling Roso dengan cara deposito PT. Jamsostek yang telah ditempatkan di bank tersebut, dijadikan jaminan kredit oleh Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA atas bantuan Kepala Cabang Bank Mandiri Cabang Mampang Prapatan (Terpidana CHARTO SUNARDI. CHARTO) yang telah diputus bersalah dan dihukum dengan pidana penjara divonis 15 tahun.

Kucuran kredit yang dibagi menjadi 10 bilyet giro, dikucurkan kepada ALEXANDER J. PARENGKUAN dan rekannya , selaku direktur PT Dwinogo Manunggaling Roso, dimana awalnya dana tersebut akan digunakan oleh ALEXANDER J. PARENGKUAN untuk membangun rumah sakit jantung, namun belakangan dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi ALEXANDER J. PARENGKUAN

Atas bantuan pengucuran kredit tersebut, lanjut Leonard, Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA mendapat imbalan uang sebanyak Rp 6,4 miliar dan perusahaannya PT. Rifan Financindo Sekuritas mendapatkan fee sebesar 7,5 % dari jumlah kredit yang dikucurkan;
Akibat dari pencairan kredit yang tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku pada waktu itu menyebabkan kerugian negara dan menguntungkan diri sendiri dan orang lain.

Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 2662 K/Pid/2006 tanggal 01 Nop 2006, jo Putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Nomor : 17/Pid/2006/PT.DKI tanggal 17 Mei 2006, jo Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor : 59/Pid.B/2004/PN.JKT.PST tanggal 26 Juli 2004 , Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA dinyatakan terbukti secara sah meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi melanggar pasal 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. dan dijatuhi hukuman pidana dengan pidana penjara selama 11 tahun.

“Yosef ditangkap di sebuah Rumah Sakit di kawasan Pondok Bambu Jakarta Timur sekira pukul 13.50 WIB, karena sebelumnya, Polda Jawa Barat menerima Laporan Polisi tentang Tindak Pidana Penipuan yang diduga dilakukan oleh Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA bersama 2 orang pelaku lainnya yang sudah berhasil ditangkap oleh Penyidik Dirkrimum Polda Jawa Barat terlebih dahulu” tambahnya

Bahkan untuk mengelabui Penyidik Polda Jawa Barat dan menghilangkan jejak dari DPO Kejaksaan, Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA diduga telah memalsukan identitas dengan Kartu Tanda Pendudukan atas nama YOSEF TANUJAYA. Setelah Penyidik Polda Jawa Barat berkoordinasi dengan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung, ternyata benar orang yang diduga pelaku tindak pidana penipuan tersebut merupakan buronan yang masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Selanjutnya Terpidana YOSEF TJAHJADJAJA ditempatkan di Rumah Sakit Umum (RSU) Adhyaksa Ceger Jakarta Timur untuk menjalani masa perawatan karantina karena sebelumnya Terpidana diduga terpapar Covid – 19 dan dirawat selama 10 hari di RS sebelum ditangkap atau diamankan. (yuli)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *