Medianesia.id, Tanjungpinang – Sebanyak 142 jemaah haji Indonesia telah wafat di Tanah Suci selama musim haji 1445 Hijriah. Dari total tersebut, 3 di antaranya meninggal karena heat stroke. Data ini berdasarkan data yang di keluarkan Sistem komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), Selasa (18/6).
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Liliek Marhaendro Susilo, mengatakan penanganan heat stroke tahun ini sudah menunjukkan perbaikan.
“Mudah-mudahan penanganannya bisa lebih baik terus. Itu artinya kan indikator bahwa kita nanganin pasien-pasien heat stroke-nya lebih bagus,” kata Liliek di Pos Kesehatan Jalur Jamarot, Mina dikutip dari RRI.co.id.
Indikator lain yang menunjukkan jemaah haji tahun ini lebih sehat adalah berkurangnya jumlah jemaah yang sakit. Hal ini terlihat dari banyaknya bed kosong di Pusat Kesehatan Mina.
“Dari 20 bed, 5 bed nganggur tuh. Jadi itu kan indikator bahwa Alhamdulillah masyarakat jemaah kita lebih sehat lah di bandingkan tahun sebelumnya,” ujar Liliek.
Ketersediaan obat pun terbilang cukup. Dari 100 persen persen obat yang dibawa, baru sekitar 50 persen yang digunakan.
Namun, Liliek mengakui bahwa distribusi obat di Mina terkendala oleh larangan kendaraan di area tersebut. Petugas haji di maktab harus berjalan kaki untuk mengambil stok obat.
“Itu agak memakan waktu. Itu yang kadang-kadang membuat ketersediaannya di waktu pas mepetnya itu jadi seolah-olah langka,” ucap Liliek. (Ism)
Editor: Brp





