14 Santri Provinsi Kepri Bertarung di MQKN 2023

Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto memberikan suntikan moral kepada 14 santri utusan Provinsi Kepri diajang MQKN 2023 di Jombang, Jawa Timur. F. Humas Kemenag Kepri

medianesia.id, Tanjungpinang – Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto mengatakan, sebanyak 14 santri Provinsi Kepri bertarung di Musbaqah Qiraatil Kuran Nasional (MQKN) 2023. 

“Kegiatan ini akan berlangsung dari 10-18 Juli 2023 mendatang di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan Jawa Timur,” ujar Mahbub Daryanto. 

Mahbub berpesan kepada 14 santri devile Kepri untuk tetap fokus agar dapat menampilkan yang terbaik. Dari hasil MQKN ini akan menjadi bahan penguatan pemahaman kitab Turats dan Kuning di Kepri.

“Pertama bersyukur sudah sampai di sini untuk mengikuti lomba MQKN 2023. Kemudian tetap fokus, tetap semangat, tetap berdoa, juara itu adalah bonus dari asli apa yang kita usahakan,” jelasnya. 

Menurut Mahbub Daryanto, salah satu tujuan diadakan MQKN ini kita dapat mengetahui standar Ula, Wustha, Ulya dan Ma’had Aly.

“Untuk kedepannya kita insyaallah melakukan penguatan untuk pondok pesantren terkait pemahaman tentang baca kitab Turats dan kitab Kuning,” jelasnya lagi. 

Ditegaskannya, nanti ada program dari Kemenag sabagai perhatian dan support yang apabila santrinya memiliki syarat untuk dibeasiswakan ke Ma’had Aly.

Mahbub yang saat itu didampingi oleh Sunaryo selaku Pamong Belajar bidang PAKIS (Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam) dan Nurcahaya Mahbub selaku pendamping peserta, juga mengatakan 

“Kedepannya Kanwil Kemenag Kepri akan melakukan kerja sama dengan beberapa Mah’ad Aly di Pulau Jawa untuk menyelenggarakan program spesialis Ushul Fiqih yang berada di Sitobondo,” paparnya. 

Kemudian Ma’had Aly Tebuireng Jombang yang spesialisasinya Hadis, serta Ma’had Aly lainnya. Apabila santri yang mendapatkan beasiswa kerja sama itu berhasil maka akan mendapatkan pengabdian di daerah.

MQKN diikuti oleh para santri dan mahasantri akan mengikuti berbagai cabang lomba MQKN sesuai tingkatan/marhalahnya yakni Ula, Wustha, Ulya, dan Ma’had Aly, seperti Fiqih, Nahwu, Akhlak, Tarikh, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadis, Ilmu Hadis. 

Selain itu adalah Balaghoh, Tauhid, Debat Bahasa Arab dan Inggris, Bahtsul Kutub, dan Debat Qanun. Juga diselenggarakan Lalaran Nadhom Amtsilah at-Tashrîfiyah dan Lalaran Nadhom Alfiyah Ibnu Mâlik sebagai Cabang Eksebisi.

Di antara 2.195 santri pondok pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 provinsi di Indonesia, Provinsi Kepri mendatangkan 14 santri tingkat marhalah ula, wustha, dan ulya. 

Ke -14 santri tersebut membidangi ilmu Tarikh, Tauhid, Fiqh, Nahwu, dan Hadis dalam ajang yang mengusung tema Rekontekstualisasi Turats Untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia ini. 

Penulis : Ags 

Editor : Ags

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *