Medianesia.id, Tanjungpinang – Dinas Sosial (Dinsos) Kepulauan Riau mencatat sebanyak 117.280 jiwa penduduk di Kepri masuk dalam kategori miskin. Angka tersebut setara dengan 4,44 persen dari total penduduk.
Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin Dinsos Kepri, Irwanto, menyatakan persentase tersebut menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan tingkat kemiskinan terendah ketiga secara nasional.
“Jika se-Indonesia kita berada di posisi ketiga terendah. Saat ini penduduk miskin di Kepri ada 117.280 jiwa,” ujar Irwanto, Selasa, 25 November 2025.
Ia menjelaskan, angka kemiskinan Kepri paling banyak didominasi Kabupaten Lingga, dengan angka 9,9 persen. Sementara angka kemiskinan di Batam sebesar 3,8 persen dari total penduduk di Kota tersebut.
Baca juga: Maling Bermobil Gasak Besi Penutup Selokan di Tanjungpinang
“Walaupun di Batam persentase nya kecil, namun jumlahnya banyak sampai puluhan ribu. Karena penduduknya banyak,” tambahnya.
Sementara pendapatan penduduk miskin di Kepri paling banyak digelontorkan untuk membeli beras, rokok, daging ayam, hingga membayar sewa rumah dan listrik.
“Untuk penghasilan penduduk miskin, tergantung garis miskin setiap daerah. Di Lingga pendapatannya Rp600 ribu per bulannya,” sebutnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyampaikan Pemprov akan terus melakukan penanggulangan kemiskinan, termasuk di Kabupaten Lingga uang memiliki persentase yang tinggi.
Baca juga: Wali Band Bakal Guncang Kepri Art & Culture Malam Ini, Honor Manggung Capai Rp250 Juta
Menurutnya, pemerintah juga menyiapkan Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor agriculture (pertanian), termasuk pengembangan komoditas sagu.
Selain itu, investasi pada hilirisasi silika saat ini tengah melalui tahap pengaturan, termasuk koordinasi dengan kementerian terkait untuk mempermudah perizinan.
“Ini semua untuk mempercepat serapan tenaga kerja di Lingga,” ujar Nyanyang.
Nyanyang menegaskan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di Kepri, pemerintah terus memprioritaskan pendampingan, advokasi, dan pelatihan bagi masyarakat sebagai langkah nyata menekan angka pengangguran.
“Pertumbuhan ekonomi naik, investasi naik, maka pengangguran dan kemiskinan juga akan kita tekan,” pungkasnya.(Mhd)
Editor: Brp





