10 Film Iko Uwais Terbaik yang Wajib Kamu Tonton

10 Film Iko Uwais Terbaik yang Wajib Kamu Tonton
10 Film Iko Uwais Terbaik yang Wajib Kamu Tonton. Foto: Istimewa.

Medianesia.id, Batam – Nama Iko Uwais pasti sudah akrab di telinga Anda. Wajar saja, aktor kelahiran Jakarta, 12 Februari 1983 ini memang aktif bermain film.

Ia mengawali pertunjukan pertamanya di dunia perfilman ketika memerankan Yuda, seorang perantauan bersuku Minangkabau dalam film Merantau tahun 2009.

Salah satu film terbaru Hollywood yang akan dibintangi Iko adalah Snake Eyes: G.I. Joe Origins. Meskipun dia berperan sebagai pemeran pendukung, Iko tetap profesional dalam setiap perannya, jadi bisa saja lewat film Snake Eyes bisa membawanya lebih terkenal lagi di dunia film khususnya yang bergenre aksi.

Sambil menunggu Snake Eyes: G.I. Joe Origins, tidak adasalahnya kita melihat perjalan Iko Uwais di dunia perfilman. Berikut 10 film Iko Uwais yang wajib kita tonton.

Wu Assassins

Meskipun Wu Assassins merupakan tayangan serial Netflix, tetapi peran Iko Uwais sebagai bintang utama serial ini membuat Wu Assassins wajib masuk ke daftar ini.

Di serial ini Iko berperan sebagai seorang pejuang bernama Kai Jin yang dipilih sebagai Wu Assassin terbaru sekaligus terakhir yang harus mencari kekuatan triad kuno dan memulihkan keseimbangan di Chinatown San Francisco.

Saat ini sebuah sekuel film berjudul Wu Assassins: Fistful of Vengeance sudah memasuki tahap pasca produksi dan akan menampilkan kembali Iko Uwais sebagai Kai Jin.

Mile 22

Film Mile 22 menceritakan agen CIA bernama James Silva yang diperankan oleh Mark Wahlberg, yang timnya ditugaskan untuk mengantar Li Noor yang diperankan oleh Iko sejauh 22 mil ke bandara, untuk menyampaikan informasi tentang kegiatan rahasia pemerintahnya. 

Mile 22 rencananya adalah film pertama yang akan dilanjutkan dengan sekuel, karena akhir filmnya yang menggantung.

Meskipun film ini tidak begitu sukses di bioskop, tetapi beberapa adegan pertarungan Iko yang cukup mengesankan dan twist mengejutkan di akhir film, setidaknya membuat film ini layak ditonton.

Stuber

Stuber dibintangi oleh Dave Bautista yang memerankan polisi LAPD bernama Vic Manning, dia ingin membalas dendam kepada orang yang telah membunuh rekannya.

Pembunuhnya adalah seorang bos kejahatan bernama Oka Tedjo yang diperankan oleh Uwais. Karena operasi matanya Vic mengalami gangguan penglihatan sementara dan memaksa Stu Prasad yang diperankan oleh Kumail Nanjiani, untuk mengantarnya mencari Oka.

Aset terkuat film Stuber adalah komedi di antara Bautista dan Nanjiani, tetapi sebagai penggemar Iko tidak ada salahnya melihat aksi Iko di film ini.

Merantau

Film Merantau merupakan film debut Iko Uwais sebagai aktor dan Gareth Evans sebagai sutradara film layar lebar.

Iko memerankan Yuda, seorang pemuda desa dan ahli silat yang pergi ke Jakarta untuk merantau.

Di Jakarta, Yuda harus menyelamatkan Astri dan Adit dari pedagang manusia. Untuk film pertama Iko Uwais, Merantau secara mengesankan mengantarkan Iko ke film-film berikutnya.

Yayan Ruhian juga muncul di film ini, dia berhadapan dengan Iko dalam pertarungan elevator seperti adegan di film Captain America: The Winter Soldier. Melalui film ini aksi silat mulai menarik perhatian dunia.

Beyond Skyline

Penulis sekaligus sutradara Liam O’Donnell menulis ulang film invasi alien dengan judul Beyond Skyline, memasukan seni bela diri dalam melawan alien. 

Beyond Skyline mempertemukan para manusia yang selamat, termasuk Mark Corley yang diperankan Frank Grillo dan Sua yang diperankan Iko Uwais, yang bersama-sama menjadi pertahanan terakhir manusia dalam melawan alien.

Sampai saat ini film Beyond Skyline masih diakui sebagai film sci-fi asing terbaik di dunia. Setelah pada tahun 2020 sekuelnya berlanjut tanpa Iko, semoga saja Iko Uwais bisa kembali di tayangan Skyline berikutnya.

Triple Threat

Disutradarai oleh Jesse Johnson, Triple Threat mengumpulkan beberapa seniman bela diri paling keren di film aksi modern, seperti Iko Uwais, Tony Jaa, Tiger Chen, Scott Adkins, Michael Jai White, Jeeja Yanin, Michael Bisping, dan Ron Smoorenburg.

Iko memerankan Jaka, seorang pemuda yang ingin membalas dendam kepada penjahat yang telah membunuh istrinya.

Dari trio ahli bela diri, Jaka adalah otaknya. Semoga saja petualangan trio ikonik ini tidak berhenti dengan film pertamanya, tetapi berlanjut dengan Triple Threat Part 2.

The Night Comes For Us

The Night Comes For Us karya Timo Tjahjanto menghabiskan waktu selama beberapa tahun sampai akhirnya bisa rilis, dan usahanya terbayar dengan kesuksesan film ini di Indonesia.

Di film The Night Comes For Us, Joe Taslim yang memerankan Ito harus berhadapan dengan Iko Uwais yang berperan sebagai sekutu lama Ito bernama Arian, yang berharap menjadi bos sebuah geng.

Film ini cukup brutal sampai membuat film The Raid terlihat biasa saja. Film ditutup dengan adegan pertarungan terbaik antara Iko dan Joe.

Headshot

Headshot karya Timo Tjahjanto dan Kimo Stamboel atau lebih dikenal sebagai Mo Bersaudara, adalah film Iko Iwais yang mungkin paling keras sekaligus emosional sejauh ini.

Iko memerankan seorang pemuda bernama Ishmael yang terbangun di rumah sakit dalam keadaan amnesia.

Seperti kisah Jason Bourne di The Bourne Identity yang dipadukan dengan unsur horor, film Headshot sangat brutal. Ide mesin pembunuh amnesia bukanlah hal yang baru, tetapi Mo Bersaudara telah membawakan film Headshot dengan sangat apik.

The Raid: Redemption

Iko bekerja sama kembali dengan sutradara Gareth Evans di film The Raid: Redemption dan membuat film ini fenomenal di kalangan penggemar film aksi klasik, dan tidak berlebihan jika menyebutnya sebagai salah satu film aksi terbaik yang pernah ada.

Iko memerankan karakter Rama, seorang polisi muda Jakarta yang unitnya menyerbu sebuah rusun yang yang berisi pembunuh dan penjahat paling kejam di seluruh kota. 

The Raid sering disebut sebagai film survival horror karena adegan aksinya yang mengerikan, pertempuran berdarah Rama, dan teman-temannya yang dibantai oleh para psikopat.

The Raid 2

Setelah kesuksesan The Raid, Evans dan Iko melanjutkan sekuelnya dengan judul The Raid 2. Film ini dimulai dengan Rama yang menyamar di penjara untuk berteman dengan Ucok, putra salah satu bos mafia di Jakarta, yang akhirnya membawa Rama ke perseteruan antar mafia di Jakarta.

Walaupun durasi tayangnya dua setengah jam, The Raid 2 tidak pernah terasa membosankan, adegan aksinya juga bisa dibilang lebih baik dari The Raid: Redemption.

Pertempuran Iko Uwais dan Cecep Arif Rahman adalah salah satu pertempuran berdarah yang paling membekas di hati para penggemar internasional. (greenscene)

Itulah sederet film yang dibintangi oleh Iko Uwais.(*)

Editor: Brp

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *