#WorldWaterDay Sejarah Tercetusnya “Hari Air Sedunia”

Ilustrasi. Hari Air Sedunia. foto/Shutterstock-Sew Cream/kompas
Ilustrasi. Hari Air Sedunia. foto/Shutterstock-Sew Cream/kompas

Medianesia.id, Batam – Hari ini, Senin (22/3/2021), merupakan peringatan Hari Air Sedunia. Hari Air Sedunia diperingati setiap tahun pada 22 Maret sebagai bentuk kesadaran dan upaya mencegah krisis air global di masa depan. Seperti kita ketahui, manusia tidak bisa hidup tanpa air. Demikian pula mahluk hidup lainnya di muka bumi, seperti tumbuhan dan hewan.

Being close to water can create feelings of peace and wellbeing. Water can connect us to our community and religion. Water resources management must reflect the full value of water. Do you value the positive powers of water?#WorldWaterDay Bagaimana sejarah tercetusnya Hari Air Sedunia? Sejarah Hari Air Sedunia Sekitar 2,2 miliar manusia yang hidup di bumi, butuh akses terhadap air bersih yang cukup.

Baca Juga  Perkuat Pencarian dan Pertolongan, Kabasarnas Resmikan Pengoperasian 6 Kapal SAR

Akan tetapi, air semakin berada di bawah ancaman ekstrim akibat pertumbuhan populasi, meningkatnya permintaan pertanian dan industri, dan memburuknya dampak perubahan iklim. Dilansir dari laman resmi Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), ide Hari Air ini dimulai pada 1992, saat Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro berlangsung.

Pada tahun yang sama, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang menyatakan tanggal 22 Maret setiap tahun sebagai Hari Air Sedunia. Peringatan pertamanya pun dilakukan setahun berikutnya, yaitu pada 1993 dan terus dirayakan hingga hari ini. Kepedulian terhadap masalah air ini terus berkembang dalam kegiatan lainnya, seperti Tahun Kerja Sama Internasional di Bidang Air pada 2013 dan Dekade Aksi Internasional tentang Air untuk Pembangunan Berkelanjutan yang dimulai pada 2018 sampai 2028 mendatang. Halaman