oleh

Waspada! Monsun Asia Picu Cuaca Ekstrem di Wilayah Kepri

medianesia.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi cuaca ekstrem akan terjadi di wilayah Provinsi Kepri sampai pertengahan Maret 2023 nanti. 

Kondisi ini disebabkan oleh Monsun Asia. Adapun kecepatan angin bertiup adalah 35 Km/Jam. Situasi ini juga diikuti angin kencang dan hujan deras. 

Situasi ini menjadi alarm bagi semua pihak terkait. Karena cuaca ekstrem bisa saja terjadi, sewaktu-waktu, khususnya di wilayah laut.

Prakiraan ini, disampaikan oleh Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Diana Siregar, Minggu (26/2/2023) di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. 

Menurutnya, Monsun Asia diprediksi aktif hingga pertengahan Maret 2023 nanti. Dijelaskannya, Monsun Asia merupakan angin yang bergerak dari arah barat membawa massa udara yang lebih banyak.

Lebih lanjut katanya, Monsun Asia tidak hanya menyebabkan gelombang tinggi, melainkan juga angin kencang dan hujan deras. 

Kondisi ini juga menyebabkan terjadi hujan lebat di beberapa kawasan di wilayah Provinsi Kepri setelah beberapa pekan tidak terjadi hujan.

“Waspada angin kencang dan gelombang 9 meter di Natuna. Kecepatan angin saat ini mencapai 35 kilometer per jam,” jelasnya. 

Dalam sepekan terakhir, kecepatan angin, gelombang tinggi, dan pasang air laut maksimum disebabkan fenomena 

disebabkan Monsun Asia.

Diana mengemukakan gelombang laut yang tinggi terjadi di Perairan Bintan dan Tanjungpinang mencapai 3 meter, meningkat dibanding sehari yang lalu 2,5 meter. 

Cuaca yang lebih ekstrem terjadi di sejumlah kawasan pesisir di Kepulauan Anambas dan Natuna. Tinggi gelombang laut di Anambas dan Natuna mencapai 6 meter.

“Cuaca buruk juga dipicu oleh pertumbuhan awan kumulonimbus, awan tebal yang menjulang tinggi. Awan ini menyebabkan hujan deras yang disertai petir, angin kencang, dan gelombang tinggi,” katanya.

Diana mengimbau masyarakat pesisir agar mewaspadai cuaca ekstrem yang potensial terjadi hingga pertengahan Maret 2023 tersebut. Masyarakat sebaiknya tidak berenang di laut saat gelombang laut tinggi yang disertai angin kencang.

Pengguna alat transportasi laut juga harus mewaspadai gelombang laut yang tinggi, angin kencang dan hujan deras di Perairan Bintan, Tanjungpinang, Natuna, dan Anambas.*

Sumber : Antara Kepri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *