Warga Keluhkan Lambatnya Pemasangan Sambungan Air, Dewan Batam Minta Aturan Diperjelas

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha

Medianesia.id, Batam – Permasalahan yang ditemui masyarakat Batam terkait pemasangan meteran air kian banyak dikeluhkan.

Mengingat, selain persyaratannya yang cukup rumit, pengerjaan pemasangan meteran juga kerap berjalan lamban, serta tarif yang diberikan kepada masyarakan yang dibebankan diduga tanpa standarisasi.

Untuk itu, Anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha meminta kepada pihak terkait, dalam hal ini kontraktor perusahaan pengelola air bersih hingga Badan Pengusahaan (BP) Batam agar bisa menetapkan standarisasi terkait tarif dan persyaratan pemasangan meteran air.

“Kami mendorong dan meminta kepada BP Batam untuk bisa segera mungkin menerbitkan aturan yang tegas dan jelas. Sehingga bisa membantu masyarakat. Dan jangan sampai harga dari tarif air itu sendiri membuat masyarakat menjerit,” tegas Politisi Hanura Batam ini saat ditemui Medianesia, Senin (29/3/2021) pagi.

Baca Juga  Anggota DPRD Kepri: Air Baku dan Fasilitas Pengelolaannya Sama, Pelayanan PT Moya Lebih Turun dari ATB
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha
Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Utusan Sarumaha

Dan terkait lamanya proses pengurusan yang diajukan oleh masyarakat, pihaknya berharap jangan sampai berlarut-larut sehingga menyulitkan masyarakat dalam menerima pendistribusian air.

“Kalau memang aturan tersebut diterbitkan, tentunya kita akan sangat mengapresiasikan BP Batam yang telah mendengarkan jeritan hati masyarakat,” tegasnya lagi.

Mengingat, tarif yang dibebankan kepada warga cukup besar dan harganya berbeda-beda di berbagai lokasi. Hal ini tak pelak memunculkan dilema tersendiri di tengah masyarakat, sementara sambungan air adalah salah satu kebutuhan utama bagi masyarakat Kota Batam, khususnya warga Sagulung.

“Jangan ada kebijakan-kebijakan yang justru membuat masyarakat kesulitan. Ini juga menjadi tanggungjawab kami ke depan untuk memfasilitasi pelaku usaha dengan masyarakat,” ujar Utusan.

Baca Juga  Ajakan Menparekraf Sandiaga Uno untuk Kembali Nonton ke Bioskop

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Ketua RW 16 Kelurahan Sei Pelenggut, Junaidi, mengeluhkan pemasangan meteran air di sekitar lingkungan RW-nya masih mengalami kendala akibat lamanya waktu pemasangan.

“Pemasangannya lambat, ada yang menunggu paling cepat enam bulan, bahkan sampai satu tahun lebih,” ujar Junaidi di dalam rapat.

Proses pemasangan yang lambat tersebut, menurut keterangan Junaidi, dikarenakan stok meteran yang terbatas dari pihak perusahaan penyedia.

Padahal umumnya, durasi mengurus pemasangan meteran air membutuhkan waktu sekitar dua minggu saja.

Di samping itu, tarif yang dibebankan untuk pemasangan juga kian bertambah dari tahun ke tahun. Kenaikan tarif pemasangan meteran air ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang di masa Covid-19 ini juga mengalami penurunan kemampuan ekonomi.

Baca Juga  KB Bukopin Gunakan Teknologi yang Dikembangkan KB Kookmin
Ilustrasi Air bersih
Ilustrasi Air bersih

“Tiga minggu lalu saja sudah Rp 5.500.000 tarifnya, itu menjadi kendala bagi masyarakat,” ungkap Junaidi.

Berbagai keluhan masyarakat itu ditampung dalam forum Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) perihal Prosedur Pemasangan Meteran Air Baru di Kavling Siap Bangun (KSB) kawasan Sagulung, Jumat (26/2/2021).

Pertemuan ini difasilitasi oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam dengan turut mengundang perwakilan ketua RT, ketua RW, Lurah Sei Lekop, Lurah Sei Pelenggut, beserta perwakilan Camat Sagulung. (Iman Suryanto)