Tren Bitcoin, Bill Gates: Bitcoin Gunakan Terlalu Banyak Energi Listrik

Pendiri Microsoft, Bill Gates(reuters.com)
Pendiri Microsoft, Bill Gates(reuters.com)

Medianesia.id, Batam – Bitcoin (BTC) belakangan menjadi tren inevestasi baru setelah Tesla, perusahaan mobil listrik milik Elon Musk, menyatakan rencananya menjadikan uang kripto sebagai alat pembayaran di Tesla. Tesla juga diketahui memborong uang kripto itersebut dengan nilai setara 1,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 21 triliun.

Sejak saat itu, harga Bitcoin dilaporkan meroket. Berbeda dengan rekan sesama miliardernya, Bill Gates ternyata bukanlah seorang fans Bitcoin. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangainya. Salah satunya terkait dengan konsumsi listrik dari segala aktivitas terkait Bitcoin seperti mining. “Bitcoin menggunakan terlalu banyak energi, di samping mendorong transaksi yang bersifat anonim,” ujar Gates dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

Aktivitas menambang yang sebenarnya merupakan proses di mana komputer ikut membantu menjalankan jejaring dan transaksi cryptocurrency dengan imbalan Bitcoin itu memang membutuhkan energi listrik yang sangat besar. Dalam sebuah laporan, Universitas Cambridge mengungkapkan bahwa konsumsi listrik yang digunakan untuk menambang Bitcoin lebih banyak ketimbang konsumsi listrik di Pakistan dalam setahun.

Baca Juga  Enam Kecamatan di Batam Kembali di Zona Merah Covid-19