Tagihan Air Tinggi, Warga Sampaikan ‘Curhatannya’ di RDP DPRD Kota Batam

Ilustrasi Air bersih
Ilustrasi Air Bersih

Medianesia.id, Batam – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam kembali memanggil PT Moya Indonesia dan Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) terkait kenaikkan tagihan air yang dikeluhkan oleh warga bersama Komisi III pada Rabu (20/1/2021).

Selain dihadiri Anggota DPRD Batam, RDP tersebnut juga dihadiri perwakilan warga Kota Batam, Direktur Badan Fasilitas dan Lingkungan Binsar Tambunan, serta perwakilan Ombudsman Provinsi Kepulauan Riau, Cindy M Pardede.

Pada kesempatan tersebyut, Direktur PT Moya SPAM Batam Sutedi Raharjo kembali menegaskan bahwa tidak ada kenaikan tarif yang ditetapkan baik oleh PT Moya Batam maupun BP Batam.

Tingginya tagihan Air yang dikeluhkan Pelanggan di Batam
Tingginya tagihan Air yang dikeluhkan Pelanggan di Batam

“Tidak ada kenaikan tarif, ini hanya kenaikan tagihan,” ujar Sutedi Raharjo.

Baca Juga  BREAKINGNEWS: Penyidik KPK Dikabarkan Datangi Tanjungpinang dan Bintan

Beerdasarkan data yang ada, dari 282.805 jumlah total pelanggan, terdapat 303 pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan yang sangat tinggi. Dan seluruhnya sudah diverifikasi di lapangan, dan ditemukan ragam temuan.

“Pelanggan yang mengalami kenaikan tagihan tinggi ini seluruhnya sudah kami cek satu per satu. Sedikitnya ada 10 pelanggan air yang mengalami kebocoran pipa bagian dalam, 31 pelanggan sambungan baru sehingga tagihannya double serta 262 pelanggan lainnya ditagih menurut estimasi,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlahb pewrwakilan warga mengeluhkan tagihan air mereka naik ‘meluapkan’ suara hatinya.

Juanda, warga Batam ini mengaku tagihan pembayaran air di kediamannya mencapai hampir tujuh kali lipat di Desember 2020.

Baca Juga  Pekerja Minta Presiden Jokowi Tunda Implementasi PP Turunan UU Ciptaker

Ia pun menjelaskan, biasanya, tagihan air yang diperolehnya selalu berada di angka Rp 100 ribuan. “Kemarin, untuk yang pemakaian bulan Desember saya harus membayar Rp 788 ribu,” ujar Juanda.

Persoalan yang sama juga dihadapi oleh warga lainnya, Azhar. Ia mengaku memiliki sebuah kantor di kawasan KBC, Batam Kota, Batam, namun selama dua minggu lamanya, fasilitas kantor tidak digunakan karena work from home (WFH).

Azhar menjelaskan, tagihan air yang diterimanya mengalami kenaikan mencapai dua kali lipat lebih.

Ilustrasi. Air Bersih (Foto/Istimewa)
Ilustrasi. Air Bersih (Foto/Istimewa)

Biasanya, ia membayar tagihan air untuk kantornya per bulan hanya berkisar Rp 170 ribu, namun pada bulan Januari 2021, ia ditagih Rp 480 ribu untuk pemakaian bulan Desember 2020.

Baca Juga  KPK Benarkan Adanya Pemeriksaan Terhadap Pejabat Bintan

“Bagaimana naik dua kali lipat, padahal kantor saya dua minggu WFH di bulan Desember 2020”, ujar Azhar. (Iman)