<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pemeriksaan kesehatan Archives - Medianesia.id</title>
	<atom:link href="https://medianesia.id/tag/pemeriksaan-kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link></link>
	<description>Berita Terbaru Hari Ini Kepri dan Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Jun 2025 23:58:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://medianesia.id/wp-content/uploads/2025/06/cropped-cropped-Logo-medianesia-kecill-1-32x32.png</url>
	<title>pemeriksaan kesehatan Archives - Medianesia.id</title>
	<link></link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pesta Sesama Jenis di Puncak: 30 Orang Reaktif HIV dan Sifilis, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan</title>
		<link>https://medianesia.id/pesta-sesama-jenis-di-puncak-30-orang-reaktif-hiv-dan-sifilis-polisi-naikkan-kasus-ke-penyidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Medianesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2025 23:58:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[HIV]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[LGBT]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Menular]]></category>
		<category><![CDATA[Pesta Sesama Jenis]]></category>
		<category><![CDATA[Polres Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Puncak Bogor]]></category>
		<category><![CDATA[Sifilis]]></category>
		<category><![CDATA[The Big Star]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://medianesia.id/?p=71333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medianesia.id, Bogor — Pasca penggerebekan pesta sesama jenis berkedok kontes &#8220;The Big Star&#8221; di sebuah&#160;[&#8230;]</p>
<p>Baca selengkapnya di %%SITENAME%%: <a href="https://medianesia.id/pesta-sesama-jenis-di-puncak-30-orang-reaktif-hiv-dan-sifilis-polisi-naikkan-kasus-ke-penyidikan/">Pesta Sesama Jenis di Puncak: 30 Orang Reaktif HIV dan Sifilis, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan</a><br />
Penulis: <a href="https://medianesia.id/author/bram/">Medianesia</a><br />
Topik: %%CATEGORY%%</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://medianesia.id/"><strong>Medianesia.id</strong></a>, <a href="https://medianesia.id/tag/bogor/"><strong>Bogor</strong></a> — Pasca penggerebekan pesta sesama jenis berkedok kontes &#8220;The Big Star&#8221; di sebuah vila kawasan Puncak, Bogor, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor langsung melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh peserta</p>
<p>Hasilnya, 30 dari 75 orang dinyatakan reaktif HIV dan sifilis.</p>
<p>“Dari 75 orang yang diperiksa, 30 orang menunjukkan hasil reaktif HIV dan sifilis, sedangkan 45 lainnya non-reaktif,” ungkap Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Mediawati, dalam laporan Metro TV, Rabu (25/6/2025).</p>
<p>Peserta pesta sebagian besar berasal dari wilayah Jabodetabek.</p>
<p>Dinkes akan menindaklanjuti temuan ini melalui puskesmas setempat untuk warga ber-KTP Bogor, dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan daerah asal untuk peserta dari luar.</p>
<p>Pesta tersebut digerebek Polres Bogor pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025.</p>
<p>Sebanyak 74 pria dan satu perempuan diamankan.</p>
<p>Acara itu dikemas sebagai &#8220;Family Gathering&#8221;, namun pada kenyataannya merupakan pesta yang diisi dengan lomba lipsync, dancing, dan singing, serta undangan yang disebar secara terbuka di media sosial.</p>
<p>Peserta yang ingin bergabung dikenakan biaya Rp200 ribu.</p>
<p>Dalam penggerebekan tersebut, aparat menemukan berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan pesta sesama jenis, di antaranya satu bilah pedang yang disebut sebagai properti pertunjukan tari.</p>
<p>Kemudian, empat alat kontrasepsi baru serta obat-obatan dan vitamin.</p>
<p>“Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan. Hari ini kami juga memeriksa tambahan empat hingga lima orang panitia penyelenggara acara,” jelas Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara.</p>
<p>Sementara itu, 75 peserta pesta sesama jenis telah dipulangkan, dan hanya panitia yang kini menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.(*)</p>
<p>Editor: Brp</p>
<p>Baca selengkapnya di %%SITENAME%%: <a href="https://medianesia.id/pesta-sesama-jenis-di-puncak-30-orang-reaktif-hiv-dan-sifilis-polisi-naikkan-kasus-ke-penyidikan/">Pesta Sesama Jenis di Puncak: 30 Orang Reaktif HIV dan Sifilis, Polisi Naikkan Kasus ke Penyidikan</a><br />
Penulis: <a href="https://medianesia.id/author/bram/">Medianesia</a><br />
Topik: %%CATEGORY%%</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinkes Tanjungpinang Ajak Masyarakat Aktif Berantas Tuberkulosis</title>
		<link>https://medianesia.id/dinkes-tanjungpinang-ajak-masyarakat-aktif-berantas-tuberkulosis/</link>
					<comments>https://medianesia.id/dinkes-tanjungpinang-ajak-masyarakat-aktif-berantas-tuberkulosis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Medianesia]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Mar 2025 03:55:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[Dinkes tanjungpinang]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Rustam]]></category>
		<category><![CDATA[tuberkulosis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://medianesia.id/?p=68001</guid>

					<description><![CDATA[<p>Medianesia.id, Tanjungpinang – Kasus tuberkulosis (TB) di Kota Tanjungpinang masih menjadi perhatian serius. Pada tahun&#160;[&#8230;]</p>
<p>Baca selengkapnya di %%SITENAME%%: <a href="https://medianesia.id/dinkes-tanjungpinang-ajak-masyarakat-aktif-berantas-tuberkulosis/">Dinkes Tanjungpinang Ajak Masyarakat Aktif Berantas Tuberkulosis</a><br />
Penulis: <a href="https://medianesia.id/author/ismail/">Medianesia</a><br />
Topik: %%CATEGORY%%</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Medianesia.id"><strong>Medianesia.id, Tanjungpinang</strong></a> – Kasus tuberkulosis (TB) di Kota Tanjungpinang masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2024, tercatat 8.384 kasus terduga TB, dengan 834 di antaranya positif. Sementara itu, hingga 26 Februari 2025, terdapat 1.259 kasus terduga TB, dengan 113 kasus positif.</p>
<p>Namun, tidak semua penderita TB bersedia menjalani pengobatan. Sepanjang 2024, 87 penderita TB tidak mengikuti pengobatan, yang berpotensi meningkatkan penularan di masyarakat.</p>
<p>&#8220;Bayangkan saja, jika 87 orang yang tidak berobat ini memiliki kontak erat dengan rata-rata 10 orang, maka ada 870 orang lainnya yang berisiko tertular TB,&#8221; ujar Rustam, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB (Dinkes PPKB) Kota Tanjungpinang, Jumat, 28 Februari 2025.</p>
<p>Rustam mengajak masyarakat untuk aktif mendukung penuntasan TB dengan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala serta menjalani pengobatan hingga tuntas.</p>
<p>Menurutnya, upaya ini juga sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), yang membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah.</p>
<p>&#8220;Ada dua hal penting yang perlu dilakukan masyarakat. Pertama, segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala TB. Kedua, bagi yang positif atau memiliki kontak erat dengan penderita TB, wajib menjalani terapi sampai tuntas,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain batuk lebih dari tiga hari, terutama jika berdahak atau berdarah, penurunan berat badan drastis, kurang nafsu makan, serta keringat berlebih di malam hari tanpa aktivitas. Risiko tertular lebih tinggi bagi penderita HIV/AIDS, perokok, ibu hamil, dan pengidap diabetes.</p>
<p>Adapun kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi tertular TB adalah penderita HIV/AIDS, perokok, ibu hamil, serta pengidap diabetes.</p>
<p>Saat ini, layanan TB telah tersedia di seluruh rumah sakit, puskesmas, klinik, serta praktik dokter mandiri. Setidaknya 6 praktik dokter dan 40 klinik di Tanjungpinang telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dalam penanganan TB.</p>
<p>Rustam menegaskan, penuntasan TB tidak hanya bergantung pada pengobatan bagi penderita positif, tetapi juga pada mereka yang memiliki kontak erat dengan penderita TB. Meskipun hasil pemeriksaan negatif, mereka tetap disarankan menjalani Terapi Pencegahan TB (TPT).</p>
<p>Kini, terapi pencegahan lebih mudah dilakukan dengan obat yang cukup dikonsumsi seminggu sekali selama tiga bulan. Sementara itu, bagi penderita TB positif, pengobatan harus dilakukan setiap hari selama enam bulan.</p>
<p>&#8220;Kami harap masyarakat lebih peduli dan tidak takut berobat. Bersama, kita bisa bebaskan Tanjungpinang dari TB,&#8221; pungkas Rustam. (Ism)</p>
<p>Editor: Brp</p>
<p>Baca selengkapnya di %%SITENAME%%: <a href="https://medianesia.id/dinkes-tanjungpinang-ajak-masyarakat-aktif-berantas-tuberkulosis/">Dinkes Tanjungpinang Ajak Masyarakat Aktif Berantas Tuberkulosis</a><br />
Penulis: <a href="https://medianesia.id/author/ismail/">Medianesia</a><br />
Topik: %%CATEGORY%%</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://medianesia.id/dinkes-tanjungpinang-ajak-masyarakat-aktif-berantas-tuberkulosis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
