Medianesia, Bintan – Lebih dari seribu karung berisi cairan limbah minyak hitam ditemukan terdampar di sepanjang Pantai Trikora, Desa Malangrapat, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Limbah tersebut mencemari kawasan pesisir dan saat ini tengah ditangani oleh petugas gabungan.
Hingga saat ini, asal usul limbah minyak hitam yang terdampar di wilayah tersebut belum diketahui.
Baca juga: Wagub Kepri Tegaskan Tambang Pasir Darat Ilegal Harus Dihentikan
Limbah yang dikemas dalam karung tampak tersebar di area pantai, dengan sebagian karung dalam kondisi rusak dan bocor sehingga mencemari pasir dan perairan pesisir.
Petugas gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau bersama Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban dikerahkan untuk melakukan pembersihan di lokasi.
Dalam proses pembersihan, lebih dari seribu karung limbah minyak hitam berhasil dikumpulkan.
Seluruh limbah tersebut selanjutnya akan dibawa ke fasilitas pengolahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) untuk dimusnahkan sesuai ketentuan.
Baca juga: Kebutuhan Pasir Tinggi, Tambang Ilegal Kembali Marak di Bintan
Pencemaran limbah minyak hitam diketahui kerap terjadi di pesisir Pulau Bintan, terutama saat musim angin utara.
Namun hingga kini, belum terdapat penanganan jangka panjang untuk mengatasi pencemaran yang bersifat musiman tersebut.

Selain berdampak pada ekosistem pesisir, pencemaran ini juga berpotensi mengganggu aktivitas pariwisata yang menjadi salah satu sektor andalan Kabupaten Bintan.
Sementara itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pembersihan dan turut mendukung upaya penanganan limbah demi menjaga keselamatan serta kelestarian lingkungan pesisir.
Baca juga: DPRD Kepri Desak DLH Usut Pencemaran Laut di Bintan
Salah seorang warga Desa Malangrapat, Lili, berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim angin utara.
“Ini semenjak angin kan naik kan (musim angin utara), jadi limbah-limbah ini berserakan disini. Mengganggu sekali masyarakat disini, semoga kedepannya tidak kayak gini lagi ya, semoga ada tindak lanjut lagi kan kedepannya,” katanya.(*)
Editor: Brp





