Sejak Tahun 2017, Ini Pertama Kali Kapasitas Air Baku Waduk Duriangkang Melimpah

kondisi waduk Duriangkang yang penuh
kondisi waduk Duriangkang yang penuh

Medianesia.id, Batam – Derasnya curah hujan yang turun di wilayah Batam dan sekitarnya, menimbulkan dampak banjir di sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Namun, kondisi tersebut juga menimbulkan dampak positif bagi suplai air baku yan tertampung di 6 waduk yang ada di Kota Batam. Yakni penuhnya suplai air baku. Seperti yang terlihat di Waduk Duriangkang dan Waduk Muka Kuning yang mengalami over kapasitas pada Senin (11/1/2021).

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Binsar Tambunan. Pria berambut putih ini juga menegaskan bahwa ‘melubernya’ kapasitas dua waduk tersebut terbilang luar biasa. Mengingat sebelumnya kapasitas waduk dalam keadaan minim.

Baca Juga  5 Tips ini Bantu Paha jadi Ramping dengan Jogging

“Finally, Puji dan syukur akhirnya Waduk Muka Kuning dan Duriangkang serta melimpah sejak 11 januari 2021. Hal ini disebabkan curah hujan yang tinggi pada awal tahun 2021,” jelas Binsar.

kondisi waduk Duriangkang yang penuh
kondisi waduk Duriangkang yang penuh

Ia pun menyebutkan kondisi ini merupakan peristiwa langka, dimana sebelumnya melimpahnya waduk tersebut pernah terjadi pada tahun 2017.

“Sebelumnya kondisi yang sama terjadi pada 2017 silam. Kini di awal tahun 2021 kembali terjadi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Kota Batam, Kepulauan Riau memiliki enam waduk yang beroperasi sebagai sumber distribusi air bersih ke masyarakat.

Dari keenam waduk tersebut, Waduk Duriangkang merupakan waduk terbesar yang dimiliki Kota Batam, dengan luas muka air normal 2.340 hektare dan luas daerah tangkapan air 79 kilometer persegi.

Baca Juga  Empat Bulan Buron, Tersangka Korupsi Ini Tertangkap di Anambas

Infrastruktur Waduk Duriangkang telah dibangun pada 1995, dan beroperasi pada 2001 yang dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam dan PT Adhya Tirta Batam.

Waduk Duriangkang dibangun dengan membendung sungai Duriangkang pada muaranya yang berbatasan langsung dengan laut.

Tujuan pembangunan waduk untuk mengatasi meningkatnya kebutuhan air baku seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri di Kota Batam.

Waduk Duriangkang menjadi penyuplai utama air bersih di Batam. Sebanyak 80 persen kebutuhan air di Batam dipenuhi dari Waduk Duriangkang.

Ada 220 ribuan pelanggan air bersih, baik domestik maupun industri yang disuplai Waduk Duriangkang.

Jangkauan nya mencakup Kecamatan Sei Beduk, Tembesi, Batuaji, Batam Kota, Lubuk Baja, Bengkong dan Batuampar.

Baca Juga  7 Tersangka Judi Cingkoko Terancam 10 Tahun Penjara

Waduk Duriangkang memiliki kapasitas air 107 juta m3 dengan suplai air bersih hingga 3.000 liter per detik.

Walaupun sebagai waduk terbesar, fungsi Waduk Duriangkang adalah single purpose. (Iman Suryanto)