oleh

Saham Top Gainers BEI Pekan Ini: ATLA Melonjak 80 Persen dan NFCX Melejit 70 Persen

Medianesia.id, Batam – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham yang mengalami kenaikan signifikan sepanjang pekan ini (1-5 Juli 2024).

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) menjadi raja gainers dengan penguatan 80%, melesat dari Rp50 menjadi Rp90 per saham.

ATLA konsisten di zona hijau selama lima hari berturut-turut, bahkan menyentuh Rp103, level tertingginya sepanjang masa sejak IPO pada 16 April 2024. Transaksi sepekan ATLA mencapai Rp478 miliar, dengan volume 6,4 miliar saham.

Baca juga: Organisasi Liga Arab Sepakati Boikot Perusahaan Afiliasi Israel, Serukan FIFA dan IOC Larang Partisipasi Israel di Olahraga

Berikut daftar lengkap 10 saham top gainers BEI pekan ini:

PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA): 80,00% (Rp90 dari Rp50)
PT NFC Indonesia Tbk (NFCX): 70,73% (Rp2.100 dari Rp1.230)
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA): 63,95% (Rp141 dari Rp86)
PT MNC Land Tbk (KPIG): 60,00% (Rp80 dari Rp50)
PT Xolare RCR Energy Tbk (SOLA): 59,09% (Rp70 dari Rp44)
PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS): 48,15% (Rp80 dari Rp54)
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR): 35,11% (Rp127 dari Rp94)
PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO): 30,43% (Rp300 dari Rp230)
PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY): 30,00% (Rp65 dari Rp50)
PT PP Presisi Tbk (PPRE): 25,49% (Rp64 dari Rp51)

Kenaikan signifikan saham-saham ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti:

Kinerja keuangan yang positif: ATLA, misalnya, baru saja mengumumkan kontrak baru senilai Rp1,4 triliun.

Baca juga: OJK Minta Masyarakat Waspada Investasi Ilegal, Cek Legalitasnya

Prospek industri yang cerah: NFCX bergerak di bidang teknologi informasi dan komunikasi, industri yang diprediksi akan terus bertumbuh.

Sentimen investor yang positif: MNC Group, induk usaha KPIG dan MSKY, baru saja mengumumkan rencana ekspansi bisnis yang agresif.

Perlu diingat bahwa pergerakan harga saham di masa lampau tidak menjamin pergerakannya di masa depan. Investor perlu melakukan analisis fundamental dan teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.(*/Brp)

Editor: Brp

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *