Rekomendasi 5 Cagar Biosfer Yang Cocok Jadi Destinasi Wisata Edukatif

Medianesia.id, Batam – Eksotisme lanskap alam Nusantara memang tak pernah gagal memanjakan mata. Hanya #DiIndonesiaAja, Nesianism bisa menikmati berbagai destinasi wisata unggulan yang bahkan telah diakui dunia internasional, salah satunya adalah cagar biosfer. Cagar biosfer adalah bentuk pengakuan lembaga dunia UNESCO terhadap kekayaan biodiversitas dan keunikan kawasan yang tidak dimiliki oleh daerah lain. 

Tahukah Nesianism, Indonesia memiliki 19 cagar biosfer yang masing-masing memiliki keunikan dan pemandangan yang indah banget, lho. Cagar biosfer di Indonesia memiliki luas total mencapai 29,9 juta hektare dan menjadi bagian dari World Network of Biosphere Reserves. Destinasi wisata yang satu ini, cocok untuk dijadikan wisata edukatif yang dapat kamu kunjungi baik bersama kerabat atau keluarga. 

Photo/Pinemo

Nah, jika kamu tertarik untuk segera berkunjung ke cagar biosfer, 5 cagar biosfer di bawah ini bisa menjadi destinasi pembuka. Namun jangan lupa juga untuk selalu mematuhi protokol kesehatan saat ingin berpergian ya, Nesianism!

1 | Wakatobi

Photo/istimewa

Wakatobi resmi menjadi cagar biosfer ke 8 Indonesia pada tahun 2012, setelah sebelumnya Giam Siak Kecil-Bukit Batu berhasil diresmikan sebagai cagar biosfer yang ke 7 pada tahun 2009 silam. Berbagai kegiatan menarik dapat kamu lakukan selama berkunjung ke cagar biosfer yang berada di Sulawesi Tenggara ini, mulai dari snorkeling, scuba diving, merasakan sensasi tinggal di rumah apung di Desa Mola, melihat keindahan senja di Pulau Hoga, hingga menantang adrenalin dengan menyusuri Gua Lakasa yang menyimpan stalaktit dan stalagmit kuno yang keindahannya menyerupai kristal. 

Tak hanya keindahan lautnya saja, Wakatobi juga terkenal akan berbagai olahan makanan laut yang segar dan lezat. Rekomendasi kuliner yang pantang dilewatkan saat Nesianism mengunjungi Wakatobi antara lain, parende, kambalu, dan kukure.
 

Baca Juga  Pekerja Minta Presiden Jokowi Tunda Implementasi PP Turunan UU Ciptaker

2 | Tanjung Puting

Photo/Backpacker Jakarta

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan kawasan perlindungan satwa langka orangutan (Pongo pygmaeus) dan bekantan (Nasalis larvatus) yang terletak di Kalimantan Tengah dan memiliki luas wilayah 410.694 hektare. Selain bisa mengenal satwa langka secara lebih dekat, kamu juga dapat menikmati objek wisata yang tersedia di cagar biosfer ini, seperti menyusuri Sungai Sekonyer yang dipenuhi satwa liar seperti bekantan dan kera ekor panjang, sambil menikmati formasi vegetasi dari muara hingga ke hulu. Atau pilihan lainnya yaitu, menjelajahi jalur trekking singkat yang bisa ditempuh selama 1 jam, diiringi suara kicauan burung yang merdu, Nesianism juga bisa melihat keindahan bunga anggrek, kantong semar, dan berbagai pohon endemik Kalimantan. 

Jika ingin merasakan pengalaman yang lebih seru di Taman Nasional Tanjung Puting, kamu dapat melakukan trekking di malam hari dan melihat berbagai satwa eksotis yang aktif beraktivitas pada malam hari, seperti tarsius (Cephalopachus bancanus), tarantula (Theraphosidae), beruang madu (Helarctos malayanus), macan dahan (Neofelis nebulosa), dan kucing hutan (Felis bengalensis).
 

3 | Bunaken Tangkoko Minahasa

Photo/Good News From Indonesia

Tidak kalah indah dari cagar biosfer sebelumnya, kali ini giliran Sulawesi Utara yang siap menyuguhkan panorama surga dunia untuk Nesianism, yang tepatnya berada di Bunaken Tangkoko Minahasa. Cagar biosfer yang berdiri di atas lahan seluas 746.412 hektare ini, menyimpan keindahan lanskap alam yang terdiri dari lima area inti, yaitu Taman Nasional Bunaken, Taman dan Cagar Alam Hutan Gunung Tumpa H.V. Worang, Cagar Alam Gunung Lokon, Tangkoko KPHK (Unit Pengelola Hutan Konservasi): Cagar Alam Dua Saudara, Taman Alam Batu Putih, Taman Alam Batu Angus; dan Suaka Margasatwa Manembo-Nembo. 

Baca Juga  Usai Diperiksa Edi Prihatin Kabur dari Kejaran Awak Media

Di setiap sudut area inti cagar biosfer yang baru dikukuhkan pada tahun 2020 ini, kamu dapat menjelajahi wisata unik yang sulit ditemukan di daerah lain, misalnya melihat hewan langka langsung dari habitatnya, seperti paus biru (Balaenoptera musculus), lumba-lumba moncong pendek (Delphinus delphis), dugong (Dugong dugon) dan hiu paus (Rhincodon typus) atau berpetualang sambil mengagumi keindahan hutan lindung di Taman dan Cagar Alam Hutan Gunung Tumpa. 
 

4 | Karimunjawa Jepara Muria

Photo/Berita Nusantara

Cagar biosfer Karimunjawa Jepara Muria di Jawa Tengah terletak di sekitar wilayah pegunungan Gunung Muria. Cakupan area inti yang menjadi fokus di cagar biosfer ini adalah berbagai macam ekosistem termasuk pulau-pulau kecil, ekosistem laut, serta dataran rendah dan hutan hujan tropis gunung. Nesianism tidak akan merasa bosan saat berlibur ke sini, pasalnya Karimunjawa Jepara Maria membentang luas hingga 1.236.083 hektare dengan berbagai ide aktivitas menarik yang bisa dilakukan. Menakjubkan sekali bukan? Terdapat 69 spesies karang keras, 15 teripang, dan aneka spesies penyu, termasuk penyu sisik dan penyu hijau. Selain itu, spesies laut dari kerang raksasa (Kima) dan lumba-lumba hidung botol (Tursiops aduncus) juga dapat ditemui di Karimunjawa Jepara Muria. 

Di daratan, kamu dapat menyusuri hutan hujan tropis yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal, di dalamnya terdapat lebih dari 130 spesies burung dan rusa Jawa (Rusa timorensis).
 

Baca Juga  LIVE: Presiden Jokowi Lantik Empat Pasang Gubernur dan Wakil Gubernur

5 | Merapi Merbabu Monoreh

Photo/Istimewa

Cagar biosfer Merapi Merbabu Monoreh memiliki luas wilayah 254.876 hektare yang meliputi Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Semarang, Kabupaten Klaten, Kabupaten Purworejo, Kota Magelang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kulonprogo. Salah satu spot yang wajib disambangi adalah Gunung Merapi. Gunung yang termasuk ke dalam salah satu gunung berapi paling aktif di dunia ini berbentuk kerucut dengan puncak ketinggian berada di 2.911 meter di atas permukaan laut. 

Meskipun sedikit menegangkan karena bisa sewaktu-waktu meletus, Gunung Merapi memiliki arti yang sangat penting bagi berbagai pihak, khususnya bagi kehidupan raja-raja zaman dahulu maupun masyarakat lokal. Hal itu dikarenakan letusan Gunung Merapi yang memuntahkan lava, abu, dan mineral dapat memberi nutrisi pada tanah dan membuat daerah di sekitar Merapi menjadi salah satu wilayah paling subur di dunia. Kegiatan seru yang bisa kamu lakukan di sini antara lain, belajar tentang Gunung Berapi di Museum Merapi, mengamati Gunung Merapi dari Menara Observasi Kaliurang, dan mengikuti petualangan tur Gunung Berapi di Kaliadem. 

Selain 5 cagar biosfer di atas tadi, masih ada 14 cagar biosfer lain yang bisa Nesianism jelajahi #DiIndonesiaAja, yaitu Lore Lindu, Cibodas, Pulau Komodo, Gunung Leuser, Pulau Siberut, Giam Siak Kecil-Bukit Batu, Bromo Tengger Semeru-Arjuno, Belambangan, Rinjani Lombok, Taka Bonerate-Kepulauan Selayar, Berbak-Sembilang, Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu, Saleh-Moyo-Tambora (SAMOTA), dan Togean Tojo Una-Una . Jadi, tunggu apalagi, Nesianism? Yuk, segera kunjungi salah satu cagar biosfer sebagai destinasi wisata selanjutnya dan jangan lupa tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan di mana pun Nesianism berada, ya! (*/Tarina)

Source : Indonesia Travel