Praktisi Akademisi Diminta Tidak Melibatkan Kampus, Untuk Sampaikan Aspirasi Politik

Medianesia.id, Jakarta– Bersuaranya sejumlah praktisi akademisi terkait konstelasi politik menjelang Pilpres yang akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang mendapat respon dari Guru Besar Unpak, Bogor, Andi Muhammad Asrun. 

“Saya memahami kritik adalah bagian dari kebebasan mimbar akademik,” ujar Andi Muhammad Asrun dalam siaran persnya, Minggu (4/2/2024)

Menyikapi situasi ini, ia mengarapkan agar para guru besar senior dalam menyampaikan aspirasi politiknya tidak memggunakan nama kampus untuk melakukan politik pemihakan.

“Situasi ini yang akan memanaskan suhu politik saat ini Saya melihat kelompok ini hanya sekelompok kecil akademisi yang menyuarakan aspirasi politik,” tegasnya. 

Ditegaskannya, tidak adil rasanya apabila kelompok kecil tersebut bersuara atau menyampaikan aspirasi politiknya dengan mengatasnamakan perguruan tingginya. 

“Saya melihat gerilya politik kampus tidak sehat. Para guru besar ini sesungguhnya memobilisasi sikap politik atas dasar, preferensi pilihan paslon capres-cawapres tertentu,” jelasnya.  

Menurutnya, sikap politis para kelompok akademisi ini, bertujuan menghambat keterpilihan Paslon Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024 mendatang.