Pindah ke Batam, Manager BUMN PT Pelni Guruh: Setahun Sudah Pelabuhan Kijang tidak beroprasi.

Manager Usaha PT Pelni cabang Tanjungpinang Guruh Dwi Saputro
Manager Usaha PT Pelni cabang Tanjungpinang Guruh Dwi Saputro

Medianesia.id, Tanjungpinang – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pelni cabang Tanjungpinang, mengeluhkan sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan, khususnya penutupan pelabuhan Kijang yang sudah berjalan selama setahun lebih.

Manager BUMN PT Pelni cabang Tanjungpinang, Guruh Dwi Saputro menyampaikan bahwa sudah banyak warga di Pulau Bintan, yang mempertanyakan soal pelabuhan Kijang terkait tidak melayani kapal antar pulau, maupun Provinsi.

“Sering mendapatkan pertanyaan dari masyarakat, kenapa tidak berkunjung ke Kijang, ya itukan berdasarkan Pemda, soal membuka atau menutup pelabuhan itu,” ujar Guruh, Kamis (8/4/2021).

Manager Usaha PT Pelni cabang Tanjungpinang Guruh Dwi Saputro
Manager Usaha PT Pelni cabang Tanjungpinang Guruh Dwi Saputro

Guruh mengaku, sudah banyak kali melakukan koordinasi dengan Pemda setempat (Pemkab Bintan) soal pembukaan pelabuhan Kijang. Namun, kata dia Pemkab Bintan tidak merespon sama sekali.

Baca Juga  Tak hanya makan dan minum, Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa

“Beberapa kali koordinasi, persisnya 3 kali berkoordinasi dengan Pemda setempat, untuk membuka pelabuhan tersebut, namun ya gitu, yang jelas tanyakan saja ke Pemkab Bintan,” ungkapnya.

Dirinya mengujarkan, saat ini kapal Pelni yang melayani rute antar Provinsi cuma berada di Kota Batam. Kata dia, biasanya kapal Pelni antar provinsi juga bersandar di Pelabuhan Kijang.

Kapal tersebut yakni, Kapal Bukit Raya, Kelud dan lain-lain yang melayani antar Provinsi, seperti Kalimantan Barat Pontianak hingga Bangka Belitung.

“Tapi kapal antar pulau di Kepri saja, pelabuhan Tanjungpinang masih melayani. Seperti Anambas dan Natuna. Di Pelabuhan Tanjungpinang ada kapal Sabuk Nusantara 48,83 dan 80,” kata dia.

Jika Pemerintah memperbolehkan mudik, maka sambung Guruh masyarakat yang ingin menyebrang anatar Provinsi, wajib melalui Kota Batam dulu selagi pelabuhan Kijang masih tutup.

Baca Juga  Perkuat Pencarian dan Pertolongan, Kabasarnas Resmikan Pengoperasian 6 Kapal SAR

“Menurut saya ya masih membutuhkan pelabuhan tersebut. Kita sudah surati Bupati Bintan namun tidak ditanggapi juga,” tegasnya.

Guruh menambahkan, jika mudik diperbolehkan pada Tahun 2021 ini. Pihaknya tetap akan menambahkan armada untuk melayani masyarakat. Namun, pintu masuknya tetap di Kota Batam.

“Gubernur mengarahkan ke Batam, jadi masyarakat Tanjungpinang yang ingin ke Pontianak, melalui Batam dulu, tidak dikijang lagi,” tukasnya.(yuli)