Medianesia, Batam – Ikan angoli dan kerapu asal Kepulauan Riau (Kepri) kembali diekspor ke pasar internasional. Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, memberangkatkan ekspor perikanan ke Australia, Sabtu (28/2/2026).
Total nilai ekonomis pengiriman tersebut mencapai Rp134 juta dengan volume 527,85 kilogram.
Rinciannya terdiri dari fresh goldband snapper H&G sebanyak 457,4 kilogram dan fresh coral trout whole sebanyak 70,45 kilogram.
Baca juga: Harga Sayur di Tanjungpinang Mulai Melonjak
Sebelum diberangkatkan, komoditas telah melalui serangkaian tindakan karantina untuk memastikan keamanan dan mutu produk.
Pemeriksaan meliputi uji RSIVD (Red Sea Bream Iridovirus Disease) guna mendeteksi kemungkinan infeksi virus, serta uji organoleptik untuk memastikan kesegaran, tekstur, warna, dan aroma ikan sesuai standar.
Produk juga dipastikan memenuhi standar kesehatan hewan akuatik internasional yang ditetapkan World Organisation for Animal Health (WOAH) serta persyaratan negara tujuan.
Selain itu, proses ekspor dilakukan melalui sistem Ssm-QC (Single Submission Quarantine Customs) sebagai mekanisme terintegrasi antara karantina dan kepabeanan, guna memastikan kelengkapan administrasi dan teknis ekspor.
Baca juga: Investasi Rp82 Triliun Masuk Batam, Industri Semikonduktor Dibangun di Galang
Penanggung Jawab Satuan Pelayanan Bandara Raja Haji Fisabilillah, Dorisman, mengatakan seluruh tahapan pemeriksaan dilaksanakan sesuai ketentuan.
“Kami memastikan setiap tahapan pemeriksaan dilakukan secara teliti. Pengujian organoleptik menjadi bagian penting untuk menjamin komoditas yang diekspor dalam kondisi aman dan memenuhi standar negara tujuan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Karantina Kepri, Hasim, menyampaikan bahwa ekspor ini menunjukkan komoditas perikanan daerah mampu memenuhi standar internasional.
Ia menambahkan, pihaknya akan terus memperkuat pengawasan serta memfasilitasi layanan karantina untuk mendukung kelancaran ekspor dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.(*)
Baca juga: Perputaran Uang MBG di Tanjungpinang Capai Rp800 Juta Sehari
Editor: Brp





