Pemotongan Insentif, Banyak Dikeluhkan Oleh Nakes

PPNI menyarankan pemerintah merevisi aturan pemberian insentif dengan memberikan dana itu ke seluruh tenaga kesehatan baik yang menangani Covid-19 maupun tidak. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
PPNI menyarankan pemerintah merevisi aturan pemberian insentif dengan memberikan dana itu ke seluruh tenaga kesehatan baik yang menangani Covid-19 maupun tidak. (Foto: ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Medianesia.id, Batam – Ketua Satgas Covid-19 DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Jajat Sudrajat mengakui menerima banyak keluhan dari tenaga kesehatan (nakes) terkait pemotongan insentif penanganan pasien Covid-19 oleh manajemen rumah sakit.

Pernyataan itu diungkapkan menanggapi adanya informasi yang diterima Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal pemotongan insentif nakes sebesar 50 hingga 70 persen oleh manajemen RS.

“Terkait pemotongan insentif memang banyak dikeluhkan oleh Nakes,” kata Jajat saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (23/2) malam.

Meski tak menyebut detail jumlah keluhan, berdasarkan laporan yang masuk Jajat membeberkan pemotongan marak terjadi sejak ada kebijakan pemberian insentif. Pasalnya insentif hanya diperuntukkan bagi nakes yang menangani pasien Covid-19.

Baca Juga  BNI Pangkas Suku Bunga untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi