Okky Bisma Pramugara SJ182, Korban Pertama yang Berhasil Teridentifikasi

Ilustrasi tim SAR insiden Sriwijaya Air SJ 182. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT/CNN))
Ilustrasi tim SAR insiden Sriwijaya Air SJ 182. (Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT/CNN))

Medianesia.id, Jakarta – Pada hari ketiga pencarian Sriwijaya Air SJ 182, satu korban meninggal insiden pesawat jatuh teridentifikasi. Lokasi pencarian black box kini dipersempit. Ilustrasi tim SAR insiden Sriwijaya Air SJ 182.

Satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, berhasil teridentifikasi, pada Senin (11/1), atau hari ketiga sejak pesawat itu diketahui jatuh. Selain proses identifikasi di darat itu, pencarian black box di laut juga telah dipersempit.

Dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopemas) Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menyatakan jenazah yang telah teridentifikasi itu bernama Okky Bisma.

Baca Juga  Respons Nadiem Makarim Soal Siswi Nonmuslim yang Dipaksa Berjilbab di Padang

Jika merujuk data dalam daftar manifes, Okky tercatat sebagai flight attendant atau pramugara.

“Hasil rekonsiliasi pada sore ini, tim dapat identifikasi salah satu korban kecelakaan yaitu atas nama Okky Bisma,” kata Rusdi, Senin (11/1).

Rusdi lebih lanjut juga menyatakan hingga Senin sore, Tim DVI Polri telah menerima sebanyak 53 sampel DNA dari keluarga korban Sriwijaya Air.

“Sampai pukul 17.00 ini, Tim DVI terima sampel DNA dari keluarga korban sebanyak 53 dan telah menerima 17 kantong jenazah,” ujar dia.

Selain soal kantong jenazah, Tim SAR gabungan juga menemukan puluhan serpihan kecil dan besar dari material yang diduga milik Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.

Baca Juga  Tiga Ekor Anjing Ini Dilatih Deteksi Covid-19

Total temuan hingga Senin (11/1) Pukul 19.30 WIB, yakni 15 kantong potongan besar atau serpihan, dan 22 kantong untuk temuan serpihan kecil yang diduga milik pesawat itu. Serpihan pesawat diserahkan ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan area pencarian black box juga telah dipersempit.

Para penyelam difokuskan berada di area perairan jatuhnya pesawat dengan ukuran pencarian 140×100 meter.

“Telah ditetapkan (radius pencarian) 140×100 meter semua penyelam fokus di sini. Kemungkinan black box ada di sana. Masih ada puing-puing dan puing-puing masih sedikit yang diambil,” kata Yugo, Senin.

Dia pun meminta agar semua pihak saat ini bisa bersabar terkait temuan black box yang memang masih terkendala kondisi di lapangan.

Baca Juga  Stranas PK Diyakini Cegah Korupsi di Indonesia

Meski titik letak kemungkinan black box itu telah ditemukan, namun menurutnya, benda tersebut tak bisa serta merta langsung diambil dari dasar laut.

“Tetap sabar dan mencari sesuai dengan profesional,” kata dia.(**)

sumber: CNN Indonesia