Kendalikan Inflasi Batam, Bank Indonesia Serahkan Bantuan PSBI Traktor

Medianesia.id, Setokok – Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menyerahkan bantuan traktor dan peralatan pertanian kepada Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok, dalam rangka mendukung upaya pengendalian inflasi Kota Batam, khususnya komoditas cabai merah sebagai salah satu penyumbang inflasi Kota Batam.

Bantuan ini, diserahkan oleh Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Kantor Pusat Bank Indonesia (DUPK KP BI) melalui Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (BI Kepri), Musni Hardi K. Atmaja kepada Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, untuk selanjutnya diserahkan kepada Ketua Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok, Jumat (25/3/2021).

Dalam melaksanakan perannya di Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Batam, BI Kepri telah bersinergi dengan TPID Kota Batam dalam melakukan berbagai upaya pengendalian inflasi untuk meningkatkan produksi lokal Batam, memperkuat kelembagaan kelompok tani maupun koperasi, berpartisipasi dalam operasi pasar, memperkuat gerai pangan serta fasilitasi inisiasi kerja sama antar daerah (KAD) dengan Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga  Sosialisasi Cinta Rupiah, Uang Jadi Penunjang Stabilitas Ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Musni Hardi K.Atmaja mengatakan Bank Indonesia perwakilan Kepri dalam beberapa tahun terakhir telah bersinergi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam serta Balai Pengkajian Tekonologi Pertanian (BPTP) Provinsi Kepri.
Dan pada tahun 2020, sinergi difokuskan pada pemberian bimbingan teknis penguatan produktivitas cabai merah melalui pilot project program Proliga atau Produksi Lipat Ganda yang dilakukan di Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok, Kota Batam.

Pilot project yang dilakukan Kelompok Tani Maju Mandiri Setokok Batam telah berhasil meningkatkan produktivitas sebesar 11% dari sebelumnya 18 Ton / Ha menjadi 20 Ton/Ha.

“Dukungan traktor dan peralatan pertanian ini merupakan bentuk apresiasi DUPK melalui BI Kepri kepada Kelompok Maju Mandiri Setokok Kota Batam, atas keberhasilan penerapan pilot project program proliga di Kota Batam. Sekaligus merupakan bentuk dukungan terhadap upaya peningkatan produksi lokal dalam rangka menjaga kestabilan inflasi volatile food di Kota Batam,” jelasnya.

Baca Juga  KB Bukopin Gunakan Teknologi yang Dikembangkan KB Kookmin

Sementara itu, Kepala DUPK KP BI Ibu Yunita Resmi Sari menyampaikan bahwa, pemberian bantuan peralatan mesin pertanian ini, diharapkan dapat mengatasi hambatan pengolahan lahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Maju Mandiri dan kelompok tani lain di sekitarnya yang bertujuan meningkatkan produktivitas budidaya Cabai Merah melalui metode proliga yang telah dibuat percontohannya.

“Dengan meningkatnya produksi maka volatilitas harga cabai merah di Kota Batam dan sekitarnya umumnya dapat dikendalikan. Concern kami adalah stabilnya harga cabai merah bagi masyarakat sehingga tidak menimbulkan inflasi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada BI dan mendukung penuh dalam program ikhtiar pemberdayaan masyarakat dan perekonomian masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga  Tak hanya makan dan minum, Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa

Fluktuasi harga sering terjadi menjelang puasa, Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, Tahun Baru dan periode masuk sekolah.

“Dengan adanya bantuan dan panen perdana cabai merah ini diharapkan kenaikan harga khususnya cabai merah tidak terlalu signifikan dibandingkan tahun sebelumnya,” terangnya. (Iman Suryanto)