Kementerian ESDM Teken Kontrak Pembangunan Jargas untuk 60.875 Sambungan Rumah

Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan
Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan

Medianesia.id, Jakarta – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meneken kontrak pembangunan jaringan gas (jargas) tahap I tahun 2021 sebesar 60.875 Sambungan Rumah (SR).

“Saya telah menyaksikan hasil pembangunan jargas di Kota Lamongan dan terlihat jelas betapa bahagianya seorang ibu menggunakan jargas yang murah dan bersih. Kemudahan dan kenyamanan telah diberikan Pemerintah,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji di Gedung Ibnu Sutowo.

Nilai kontrak pada penandatanganan kali ini sebesar Rp 467.791.556.196 dan merupakan separuh atau 50 persen dari total SR yang dibangun tahun 2021 yaitu sebanyak 120.776 SR di 21 kabupaten/kota.

Baca Juga  Ajakan Menparekraf Sandiaga Uno untuk Kembali Nonton ke Bioskop
Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan
Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan

Menurut Tutuka, pembangunan jaringan gas bertujuan memberikan akses energi kepada masyarakat, memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui penghematan pengeluaran biaya bahan bakar gas bumi, membantu ekonomi masyarakat menuju ekonomi masyarakat mandiri dan ramah lingkungan, serta mengurangi beban subsidi BBM atau LPG pada sektor rumah tangga.

Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Noor Arifin Muhammad menyampaikan, pemerintah telah melelang pembangunan jaringan gas tahun 2021 dalam 10 paket mulai 10 November 2020 (tender pra DIPA), baik tender pembangunan jargas (EPC) maupun seleksi pengawasan pembangunan jargas (PMC).

Selanjutnya, penandatanganan kontrak dibagi dalam 3 tahap yaitu 5 paket pada tahap I, 2 paket tahap II, dan 3 paket di tahap III.

Baca Juga  Ternyata Masih Ada 100 Lebih Perusahaan yang Masih Nunggak THR 2020

Adapun 5 paket yang telah ditandatangani ini, terdiri dari Paket 1 yang meliputi Kabupaten Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, dan Kabupaten Aceh Timur sebanyak 11.526 SR; Paket 12 meliputi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon sebanyak 8.273 SR; dan Paket 15 meliputi Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo sebanyak 17.506 SR.

Selain itu, Paket 17 meliputi Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan sebanyak 12.753 SR; dan Paket 18 yang meliputi Kabupaten Probolinggo dan Kota Probolinggo sebanyak 10.817 SR.

“Untuk penandatanganan kontrak tahap II, saat ini masih proses diterbitkan Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) oleh PPK yaitu untuk Paket 6 meliputi Kabupaten Banyuasin dan Paket 11 yang meliputi Kabupaten Karawang dan Kabupaten Subang,” kata Noor Arifin.

Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan
Ilustrasi Jaringan Gas ke perumahan

Sedangkan penandatangan tahap III, masih dalam proses penetapan pemenang oleh Pokja Pemilihan KESDM yaitu Paket 8 meliputi Kabupaten Wajo dan Kabupaten Banggai, Paket 14 meliputi Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan, serta Paket 16 meliputi Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Jombang.

Baca Juga  Tak hanya makan dan minum, Hal Ini Dapat Membatalkan Puasa

Tutuka menekankan pentingnya good governance dalam setiap kegiatan. Para Pejabat pembuat komitmen (PPK) ESDM diminta tetap menjaga integritas agar program berjalan lancar, aman dan bermanfaat bagi masyarakat.(**)