Kebun Binatang San Diego AS, 8 Gorila Positif Covid-19

Ilustrasi. Sekitar delapan gorila di kebun binatang San Diego, AS terpapar virus corona. (Foto: Pixabay/Hans/CNN))
Ilustrasi. Sekitar delapan gorila di kebun binatang San Diego, AS terpapar virus corona. (Foto: Pixabay/Hans/CNN)

Medianesia.id, Batam – Sekitar delapan gorila di kebun binatang taman safari San Diego, Amerika Serikat diketahui positif terpapar virus corona. Kasus penularan Covid-19 itu diketahui sebagai kasus pertama yang menginfeksi primata di Amerika Serikat dan mungkin juga di dunia.

Direktur Eksekutif Taman Safari Lisa Peterson mengatakan bahwa delapan gorila di taman tersebut diyakini mengidap Covid-19 dan beberapa di antaranya mengalami batuk.

Tampaknya infeksi itu berasal dari anggota tim perawatan satwa liar taman yang juga dinyatakan positif mengidap Covid-19, hanya saja mereka tidak menunjukkan gejala dan selalu mengenakan masker di sekitar gorila.

Pihak taman safari menguji tinja gorila setelah dua di antaranya mulai batuk pada 6 Januari. Hasil tes yang dikonfirmasi oleh Laboratorium Layanan Hewan Nasional Kementerian Pertanian AS menunjukkan hasilnya positif Covid-19, sementara tiga kotoran gorila akan dibawa untuk diuji.

Baca Juga  Asyik Pesta Narkoba, Empat Pemuda Langsung 'Diciduk' Polres Tanjungpinang

Petugas taman safari juga sedang berbincang dengan para ahli yang telah merawat pasien Covid-19 untuk berjaga-jaga jika gorila menunjukkan gejala yang lebih parah. Delapan gorila itu akan tetap hidup bersama karena memisahkan mereka bisa berbahaya.

Peterson mengatakan dokter-dokter hewan terus memantau gorila-gorila itu dan mereka akan tetap berada di habitatnya di utara San Diego. Untuk saat ini, mereka diberikan vitamin, cairan, dan makanan tapi tidak ada pengobatan khusus untuk Covid-19.

“Selain sesak dan batuk, gorila-gorila itu dalam keadaan baik-baik saja,” ucap Peterson.

“Ini adalah satwa liar, dan mereka memiliki ketahanan sendiri dan dapat menyembuhkan secara berbeda dari yang kita lakukan,” kata Peterson kepada AP.

Baca Juga  Bangun Jalan Pintas, BP Batam Cari Investor

Taman safari itu telah ditutup untuk umum sejak 6 Desember sebagai bagian dari upaya lockdown negara bagian California untuk mengekang penyebaran virus.

Infeksi tersebut merupakan kasus pertama Covid-19 yang menular ke primata kera besar dan tidak diketahui apakah mereka akan mengalami reaksi serius.
Lihat juga: Mikronesia Kehilangan Status Negara Bebas Virus Corona

Menurut Dana Margasatwa Dunia, gorila yang terinfeksi di taman safari San Diego adalah gorila dataran rendah barat yang populasinya telah menurun lebih dari 60 persen selama dua dekade terakhir karena perburuan dan penyakit.

Pihak taman safari menambahkan lebih banyak tindakan pengamanan untuk stafnya, termasuk menyediakan pelindung wajah (face shield) dan kacamata (goggles) saat bersentuhan dengan hewan.

Baca Juga  Promo Menarik dari Yamaha untuk Konsumen Batam

Lebih lanjut, Taman Safari Kebun Binatang San Diego berencana membagikan temuan mereka kepada pejabat kesehatan, konservasionis, dan ilmuwan untuk mengembangkan langkah-langkah guna melindungi para gorila di hutan Afrika.

Virus corona sebelumnya ditemukan menginfeksi beberapa ekor singa dan harimau di Kebun Binatang Bronx, New York dan empat ekor singa di kebun binatang Barcelona, Spanyol.(**)

sumber: CNN Indonesia