Medianesia, Batam – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam memastikan ketersediaan beras dalam kondisi surplus menjelang Ramadan 2026.
Selain beras, pasokan gula dan minyak goreng juga dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala DKPP Batam, Mardanis, menyampaikan bahwa berdasarkan pendataan terakhir, stok beras mencapai 10.249,14 ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Batam berada di angka 9.288,08 ton.
Baca juga: Pedagang Daging Tanjungpinang Ancam Naikkan Harga Daging Jadi Rp170 Ribu/Kg Jelang Lebaran
“Stok beras berada pada posisi surplus. Ketersediaan mencapai 10.249,14 ton, lebih tinggi dibandingkan kebutuhan masyarakat,” ujar Mardanis baru-baru ini seperti ditulis gowestid.
Dengan selisih sekitar 961 ton, pemerintah daerah memiliki cadangan yang dinilai cukup untuk mengantisipasi kebutuhan dalam waktu dekat.
Selain beras, DKPP juga memastikan pasokan gula dan minyak goreng dalam kondisi aman.
Namun, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap pergerakan harga sejumlah komoditas hortikultura.
Baca juga: Beras SPHP dan Minyakita Jadi Incaran di GPM Tanjungpinang
Menurutnya, perhatian khusus diberikan pada harga cabai hijau keriting dan cabai rawit yang mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.
Di sisi lain, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyatakan bahwa isu pangan tidak hanya terkait ketersediaan, tetapi juga ketahanan dan kemandirian daerah dalam menghadapi dinamika global.
Ia menekankan pentingnya kebijakan jangka panjang yang berorientasi pada penguatan sektor pangan dan energi, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, penguatan kemandirian pangan dan energi menjadi fondasi dalam menghadapi tantangan eksternal yang terus berkembang.(*)
Editor: Brp





