HKBP Tolak Tambang Batu Bara Demi Lindungi Lingkungan

Medianesia.id, Batam – Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) mengambil langkah tegas dengan menyatakan penolakan untuk terlibat dalam pengelolaan wilayah izin usaha pertambangan khusus (WIUPK) batu bara.

Keputusan ini didasari oleh komitmen HKBP untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mengikuti ajaran agama tentang tanggung jawab manusia terhadap ciptaan Tuhan.

Ephorus HKBP, Robison Butarbutar, menggarisbawahi bahwa Gereja bertanggung jawab untuk melindungi lingkungan yang telah dieksploitasi selama bertahun-tahun atas nama pembangunan.

HKBP memandang batu bara sebagai komoditas yang merusak dan berkontribusi terhadap krisis iklim global.

Sebagai gantinya, HKBP menyerukan peralihan ke sumber energi terbarukan yang ramah lingkungan seperti energi matahari dan angin.

Hal ini sejalan dengan ajaran kitab suci yang menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian alam.

Keputusan HKBP mendapat apresiasi dari Center of Economic and Law Studies (Celios).

Celios menilai bahwa ormas keagamaan yang terlibat dalam pertambangan tidak lagi sejalan dengan nilai-nilai etik dan moral agamanya.

“Ormas keagamaan seharusnya menjadi pelopor dalam melindungi lingkungan dan bukan malah berkontribusi pada kerusakannya,” katanya.

Penolakan HKBP ini menjadi contoh konkret bagaimana organisasi keagamaan dapat memainkan peran penting dalam memerangi perubahan iklim dan melindungi lingkungan.

Diharapkan langkah ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk turut mengambil tindakan serupa.(*/Brp)

Editor: Brp