Hadapi Kekeringan, Pemkab Bintan Gelar Salat Istisqa Bersama ASN dan Warga

salat istisqa bintan
Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Salat Istisqa bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kekeringan yang terjadi dalam hampir satu bulan terakhir. Foto: Diskominfo Bintan

Medianesia, Bintan – Pemerintah Kabupaten Bintan menggelar Salat Istisqa bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kekeringan yang terjadi dalam hampir satu bulan terakhir.

Kegiatan tersebut dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Bintan, Kamis, 26 Maret 2026. Ratusan Jemaah tampak mengikuti salat dengan khusyuk berdoa agar hujan segera turun dan mengakhiri kekeringan.

Baca juga: Peringatan Dini BMKG Hari Ini, Hujan dan Petir di Bintan

Bupati Bintan, Roby Kurniawan, menyampaikan berbagai langkah strategis telah dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi dampak kekeringan, termasuk upaya penanganan krisis air bersih.

Namun, sebagai bentuk penyempurna ikhtiar, pemerintah juga menggelar Salat Istisqa.

Baca juga: Waduk Gesek Mengering, Distribusi Air Bersih di Tanjungpinang Terganggu

“Banyak usaha dan langkah strategis yang sudah kita lakukan. Pelengkap semua ikhtiar itu, kita sempurnakan dengan Salat Istisqa, memohon kepada Allah agar menurunkan hujan,” ujarnya.

Ia menegaskan, sebagai umat Muslim, pihaknya meyakini turunnya hujan merupakan kehendak Allah SWT.

“Jika Allah tidak mengizinkan, maka tidak akan terjadi hujan. Kita berikhtiar sesuai kapasitas sebagai makhluk, dan hasilnya kita serahkan kepada Sang Pencipta,” tambahnya.

Baca juga: Bintan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla dan Kekeringan

Salat Istisqa tingkat kabupaten ini juga menjadi awal dari pelaksanaan serupa di seluruh kecamatan di Kabupaten Bintan, sebagai bentuk doa bersama menghadapi perubahan cuaca yang dipengaruhi fenomena global dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam khutbahnya, Rustam Efendi mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT.

Baca juga: Kebakaran Lahan di Teluk Sebong Bintan, Damkar Padamkan Api Hampir 4 Jam

Ia mengingatkan, selain faktor ilmiah, umat beriman juga meyakini musibah dapat menjadi pengingat atas perbuatan manusia.

“Maka teruslah memohon ampunan kepada Allah. Awali setiap harapan dengan penyerahan diri, bahwa kita adalah bagian dari sebab kesulitan, dan Allah tempat kita mengadu,” pesannya.(Ism)

Editor: Brp

Pos terkait