Gerebek Hotel dan Rumah, Ditresnarkoba Amankan Ratusan Butir Ekstasi dan Paket Sabu

Medianesia.id, Batam – Tim Subdit III Ditresnarkoba Polda Kepri mengamankan dua orang berinisial GJE dan Inisial S, dikarenakan telah memiliki, membawa, dan menyimpan Narkotika jenis Ekstasi dan Sabu pada Selasa (16/3/2021).

Hal tersebut dijelaskan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.Si., dan Diresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H., pada Senin (22/3/2021).

Kronologis kejadian berawal diamankannya GJE di salah satu kamar Hotel Batam Star yang berada dikawasan Nagoya Kota Batam.

″Pelaku diamankan oleh Tim saat berada dikamar 414. Dari hasil pemeriksaan Tim menemukan 17 butir Narkotika jenis Pil diduga Ekstasi yang disimpan oleh pelaku didalam sebuah Tissue,” jelas Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S, S.I.K., M.Si.

Baca Juga  Hadapi Situasi Kedaruratan, Karyawan ATB Dilatih Terampil Menghadapi Kebakaran

Selanjutnya tim melakukan pengembangan dan mengamankan satu pelaku lainnya berinisial S yang berada di Parkiran Hotel Namii.

Dari Inisial S, ditemukan barang bukti sebanyak 40 Butir Ekstasi. Penyelidikan tidak berhenti sampai disitu saja, tim mengembangkan penyidikan hingga kerumah Inisial GJE yang berada di Perumahan Villa Windsor Kota Batam.

“Dirumah Pelaku tersebut ditemukan kembali Pil Ekstasi sebanyak 405 Butir dan 1 Gram Narkotika jenis sabu. Selanjutnya kedua pelaku dan barang bukti diamankan dan dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda Kepri,” jelasnya.

Total barang bukti yang diamankan adalah, 462 Butir Pil Ekstasi dan 1 Gram Narkotika jenis Sabu, dari kedua tersangka.

″GJE merupakan residivis di kasus Narkotika pada tahun 2011. Dan sampai saat ini tim terus melakukan pengembangan. Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 113 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia no.35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun,” jelasnya. (Iman)